Manajer Dortmund terima larangan UEFA

Manajer Borussia Dortmund, Jurgen Klopp, menerima larangan oleh UEFA dalam pertandingan Liga Champions melawan Arsenal.
UEFA menetapkan larangan dua kali terhadap Klopp dalam Liga Champions setelah ia marah terhadap petugas pertandingan Venancio Tome dalam laga melawan Napoli bulan lalu.
Borussia Dortmund mengatakan tidak akan mengajukan banding atas larangan itu dan asisten Klopp, Zelijko Buvac, yang akan mewakilinya dalam pertandingan melawan Arsenal tanggal 22 Oktober di London.
Pelatih Dortmund itu menjalani larangan pertama dalam pertandingan melawan Marseille yang berakhir dengan kemenangan Dortmund 3-0.
Klopp mengatakan tidak ingin membuat kesan seolah ia tidak begitu mengindahkan larangan terhadap "tindakan yang tidak layak" itu.
Ia mengatakan menerima larangan UEFA tersebut.
UEFA sebelumnya menetapkan larangan satu kali untuk Klopp namun kemudian <link type="page"><caption> menambah satu larangan lagi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/10/131003_sanksi_klopp.shtml" platform="highweb"/></link>
'Dengan berat hati'
"Tujuan utama saya adalah saya tidak ingin menganggap remeh tindakan saya dan mengalihkan perhatian dari masalah ini," kata Klopp.
"Saya bertanggung jawab sepenuhnya dan menerima keputusan itu dengan berat hati."
Dortmund yang berada di posisi kedua klasemen sementara Bundesliga, akan menghadapi Hanover 96 di liga domestik tanggal 19 Oktober, tiga hari menjelang laga Liga Champions.
Anak asuh Klopp akhir pekan lalu ditundukkan 0-2 oleh Borussia Monchengladbach, kekalahan pertama dalam musim pertandingan ini.
<link type="page"><caption> Finalis Liga Champions ini</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/05/130525_munich_wins.shtml" platform="highweb"/></link> duduk di peringkat ketiga di Grup F di bawah <link type="page"><caption> Arsenal dan Napoli</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/10/131002_ozilstar.shtml" platform="highweb"/></link>.









