Serena No.1 tetapi kini berseteru

Sloane Stephens
Keterangan gambar, Ranking dunia Stephens kini 17, sementara Serena adalah petenis terbaik putri saat ini.

Hampir bersamaan dengan munculnya pengumuman ranking petenis putri top dunia hari ini (Senin, 6/5) versi WTA, sejumlah media olahraga di AS menyorot hubungan renggang antara petenis Nomor 1 Serena Williams dan juniornya, petenis pendatang baru AS, Sloane Stephens.

Dua petenis AS ini sebelumnya dikabarkan 'berhubungan sangat baik', dengan saling berkirim pesan SMS, hingga tergabung dalam jaringan pesan Blackberry (Blackberry Messenger, BBM).

Namun dalam sebuah wawancara dengan majalah ESPN, Stephens, 20 tahun mengungkapkan kegusarannya atas perlakuan yang diklaim diterimanya dari Serena, 31 tahun.

Menurut Stephens, Serena Williams yang sesungguhnya tidak sebaik yang banyak digambarkan media atau yang ada dalam bayangan publik selama ini.

Rekan satu tim dalam tim Fed Cup Putri AS itu digambarkan mulai mengacuhkannya sejak Stephens membuat kemenangan mencengangkan dengan seniornya yang sudah 15 kali juara turnamen major title itu di putaran ketiga turnamen Australia Terbuka lalu.

Saat itu Serena kalah 6-4, 6-3 dari Stephens.

'Persamaan'

"Orang harus tahu," tukas Stephens. "Mereka pikir dia sangat ramah dia begini dia begitu -- tidak, bukan begitu kenyataannya."

Setelah wawancara ini digelar pada bulan Maret, dua pekan lalu keduanya bertemu di arena dalam satu tim sebagai bagian dari tim Fed Cup di Florida.

Serena Williams
Keterangan gambar, Serena menyalami Sloane Stephens setelah kalah di arena Australia Terbuka, 2013.

Tetapi menurut Stephens sikap Serena sudah sangat berubah.

"Dia tidak bicara sepatah kata pun, tidak bicara, tidak menyapa, ogah menengok, tidak mau satu ruangan denganku sejak game di Australia itu," lanjut Stephens pada ESPN.

Sejauh ini belum ada pernyataan balasan dari kubu Serena.

Lucunya, saat memulai karir profesionalnya sejumlah media melihat banyak persamaan antara kedua petenis kulit hitam ini.

Keduanya dianggap sama-sama ambisius, bertenaga besar, suka melancarkan pukulan keras dari garis tepi lapangan (baseline) dan gemar mengeluarkan pendapat terang-terangan.

Bahkan beberapa pengamat tenis menyebut Serena sebagai pengayom dan mentor Stephens, hal yang dibantah petenis muda itu.

Yang jelas keduanya juga sama-sama berbagi kesuksesan dalam lima bulan terakhir.

Di Australia Terbuka Serena dan Stephens berada masing-masing di ranking 3 dan 25 WTA, namun dalam pengumuman ranking terbaru hari ini, mkeduanya naik peringkat ke posisi pertama dan ranking 17 dunia.