Klopp: Kami bukan favorit di final

Dortmund
Keterangan gambar, Jurgen Klopp menilai tim asuhannya layak masuk final Liga Champions.

Pelatih Borussia Dortmund Jurgen Klopp mengatakan klub asuhannya tidak menjadi unggulan di final Liga Champions, dengan siapapun lawannya di Wembley 25 Mei.

Dortmund berhasil lolos ke final Liga Champions dengan agregat 4-3 meski kalah 2-0 dari Real Madrid di Bernabeu, Selasa dini hari waktu Indonesia.

Di final Dortmund akan bertemu pemenang pertandingan Bayern Munich dengan Barcelona yang baru akan bertanding malam nanti.

"Wembley akan menjadi momen terbesar dalam hidup kami,'' kata Klopp. ''Tetapi, siapapun yang kami jumpai, kami tidak akan menjadi favorit.''

Bayern diprediksi akan memuluskan jalan untuk menciptakan final sesama klub Jerman di London, karena sebelumnya mereka unggul 4-0 atas Barcelona di putaran pertama.

Di liga domestik, Dortmund saat ini 20 angka dibelakang Bayern yang sudah dipastikan juara Bundesliga musim ini, tetapi Klopp mengatakan klubnya akan melanjutkan perjalanan luar biasa mereka di Eropa.

"Di Wembley semua orang akan melihat bahwa kami tidak akan merasa puas dengan hanya menjadi finalis,'' tambahnya.

Layak ke Final

Dortmund menghancurkan cita-cita Real Madrid untuk menjuarai Liga Champions musim ini setelah menang telak 4-1 di putaran pertama dan berhasil lolos dari kebangkitan Los Blancos di menit-menit akhir pertandingan putaran kedua.

''Jika Madrid bisa mencetak gol ketiga, mereka bisa maju ke final,'' kata Klopp.

''Itu sedikit dramatis di akhir pertandingan.''

"Mereka harus bekerja keras usai putaran pertama, tetapi pada akhirnya kami layak untuk melaju dengan agregat. Kami layak berada di final.''

Ketua Dortmund Hans-Joachim Watzke mengakui dia tidak sanggup menonton pertandingan saat timnya bertahan dari gempuran Madrid.

Watzke mengatakan: ''Untuk pertamakalinya dalam hidup saya, saya harus berhenti menonton, karena saya khawatir jantung saya tidak kuat.''

"Saya mengunci diri di dalam toilet dan menutup telinga. Saya tidak mendengar gemuruh stadion pecah, jadi saya kembali saat pertandingan akan berakhir semenit lagi.''