F1 bisa 'membantu' Bahrain atasi konflik

Presiden Federasi Olahraga Otomotif Internasional (FIA), Jean Todt, menegaskan penyelenggaraan Grand Prix Formula 1 di Bahrain akan berdampak positif terhadap pelaksanaan HAM di negara tersebut.
Dalam surat yang ditujukan kepada berbagai kelompok dan organisasi di Bahrain, Todt mengatakan, "Olahraga dan F1 bisa menjadi obat penyembuh dan mendorong suasana kondusif di lokasi konflik."
"Olahraga bisa menyembuhkan luka di lokasi yang dilanda kerusuhan sosial dan ketegangan," kata Todt dalam surat tersebut.
Sebelumnya muncul desakan agar FIA membatalkan penyelenggaraan lomba balap di Bahrain sebagai protes atas terjadinya kerusuhan, penangkapan, dan pemenjaraan para aktivis yang antipemerintah.
Todt tidak hadir
"Banyak orang di Bahrain tak lagi melihat F1 sebagai olahraga semata-mata," demikian pernyataan Pusat Bahrain untuk HAM, Asosiasi Pers Bahrain, Masyarakat Pemuda Bahrain untuk HAM, dan Kampanye Antiperdagangan Senjata.
"F1 sekarang dinilai sebagai organisasi yang mendukung rezim," kata mereka.
Sejumlah anggota parlemen Inggris juga mendesak agar penyelenggaran lomba F1 di Bahrain juga dibatalkan.
Menurut para anggota parlemen ini sejak April 2012, banyak warga, termasuk anak-anak, yang meninggal dunia dan rakyat Bahrain pada dasarnya hidup dalam ketakutan.
Todt sendiri tidak akan berada di Bahrain namun bos komersial F1, Bernie Ecclestone, akan berada di negara tersebut selama lomba digelar.
Lomba pada 2011 dibatalkan setelah pemerintah menumpas gerakan oposisi, yang menewaskan 35 orang.









