Pergolakan Bahrain, maskapai swasta bangkrut

Pesawat Bahrain Air
Keterangan gambar, Bahrain Air beroperasi selama lima tahun dan melayani 18 rute penerbangan regional.

Bahrain Air mengumumkan bahwa satu-satunya maskapai penerbangan swasta di Bahrain itu secara sukarela menyatakan bangkrut karena merugi akibat pergolakan di dalam negeri.

Bahrain Air mengatakan unjuk rasa prodemokrasi yang berlangsung rutin dan operasi keamanan membuat para wisatawan enggan berkunjung dan memaksa perusahaan membatasi jumlah penerbangan.

Maskapai menyalahkan Kementerian Perhubungan atas masalah yang dihadapi.

"Hal itu menjerat perusahaan dengan cara serentak meminta pembayaran utang dan mengurangi kemampuan maskapai menghasilkan pendapatan agar mampu melakukan pembayaran dan menopang keuntungan jangka panjang," kata dewan direktur Bahrain Air.

Perusahaan penerbangan swasta berumur lima tahun itu mengatakan pemerintah ingkar janji karena tidak memberikan ganti rugi akibat pergolakan yang terjadi.

Pernyataan bangkrut juga diikuti pengumuman untuk menjual aset-aset Bahrain Air.

Pada Rabu (13/02) semua penerbangan Bahrain Air dihentikan. Maskapai penerbangan swasta itu sebelumnya mempunyai 112 penerbangan regional untuk melayani 18 rute di wilayah Tumur Tengah dan Asia.

Menurut sejumlah analis, Bahrain Air kesulitan bersaing dengan maskapai penerbangan nasional Bahrain, Gulf Air, dan berbagai maskapai penerbangan murah di Timur Tengah.