Eks menlu Inggris mundur dari Sunderland

Paulo di Canio
Keterangan gambar, Di Canio sukses mengantarkan klub Swindon promosi dari Liga Dua ke Liga Satu.

Mantan Menteri Luar Negeri Inggris, David Miliband, mengundurkan diri dari dewan direktur klub Liga Primer, Sunderland.

Langkah tersebut diambil setelah Sunderland menunjuk Paulo di Canio sebagai manajer baru.

Di Canio pernah menyatakan bahwa dirinya fasis dan ketika menjadi pemain klub Italia, Lazio, ia pernah melakukan penghormatan ala Nazi.

"Dengan penunjukan Di Canio ini, maka saya menyatakan diri mundur," kata Miliband, yang juga kakak pemimpin oposisi Inggris, Ed Miliband.

Sunderland <link type="page"><caption> memecat manajer Martin O'Neill</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/03/130331_sunderland_oneill.shtml" platform="highweb"/></link> menyusul kekalahan 1-0 dari Manchester United.

Hasil ini membuat Sunderland makin terpuruk dan mendekati zona relegasi.

Pemilik Sunderland, Ellis Short, mengatakan Di Canio siap menghadapi tantangan yang dihadapi Sunderland dan siap memenuhi target bertahan di Liga Primer musim ini.

"Kemungkinan kami untuk tidak terlempar dari Liga Primer, makin besar dengan bergabungnya Di Canio," kata Short.

Di Canio belum pernah memimpin klub Liga Primer, namun direktur klub Swindon yang pernah ia asuh mengatakan penunjukan Di Canio akan merevitalisasi Sunderland.

Ia mengasuh Swindon selama 22 bulan dan mencatat prestasi yang cukup mengesankan.

Dengan situasi finansial yang pas-pasan Swindon -dibawah kepemimpinan Di Canio- berhasil promosi dari Liga Dua ke Liga Satu.