Protes Jepang atas serangan sinar laser

Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA) mengatakan sudah mengajukan protes resmi kepada FIFA dan AFC sehubungan dengan dugaan serangan laser atas para pemain mereka ketika melawan Yordania.
Serangan laser itu terjadi ketika Jepang dikalahkan tuan rumah Yordania dalam pertandingan babak penyisihan Piala Dunia, Selasa 26 Maret.
Dalam pertandingan itu, kiper Eiji Kawashima dan pemain tengah Yasuhito Ende antara lain menjadi sasaran serangan laser yang diarahkan kepada mereka.
"Kami sudah mengajukan protes kepada FIFA dan AFC tentang masalah itu. Kami tidak tahu apakah akan mendapat jawaban dari mereka atau tidak," tutur seorang pejabat JFA kepada kantor berita AFP, Kamis 28 Maret.
Sehari sebelumnya, Presiden JFA, Kuniya Daini, mengungkapkan kepada para wartawan kekecewaan atas ulah sebagian kecil penonton dalam pertandiungan di Amman tersebut.
"Saya berharap hal seperti itu tidak akan terjadi lagi," tegasnya.
Tidak menuding laser
Yasuhito Endo, yang tidak berhasil menyamakan kedudukan lewat titik penalti di menit ke-71, sempat menegaskan kegagalan itu bukan karena perhatiannya terganggu saat mengeksekusi penalti.
Namun dia menegaskan bahwa para pemain terganggu dengan tembakan sinar laser sepanjang pertandingan.
Sementara Eiji Kawashima mengatakan dia menjadi sasaran serangan laser walau tidak menudingnya sebagai penyebab kekalahan.
"Saya berupaya untuk tidak terganggu, namun sinar ada di mana-mana bahkan ketika kami tidak menguasai bola," tuturnya.
"Namun dalam babak penyisihan Piala Dunia, kami perlu menang dalam situasi apa pun, terlepas dari sinar laser."
Pada saat istirahat, pihak berwenag melalui pengeran suara sudah meminta agar para penonton tidak menggunakan sinar laser sepanjang pertandingan.
Serangan sinar laser yang bisa merusak mata bukan pertama kalinya digunakan dalam pertandingan sepak bola.









