Berlusconi menyalahkan Blatter soal rasisme

Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, mengkritik Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang mengatakan pemain yang mendapat ejekan rasis seharusnya tidak meninggalkan lapangan.
Blatter sebelumnya mengatakan <link type="page"> <caption> tindakan para pemain AC Milan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/01/130107_blattermilan.shtml" platform="highweb"/> </link> yang meninggalkan lapangan setelah Kevin-Prince Boateng diejek secara rasis adalah tidak tepat.
Ejekan rasisme atas Boateng itu terjadi dalam pertandingan persahabatan melawan Pro Patria, Kamis (04/10) pekan lalu.
Menurut Berlusconi, tindakan para pemainnya untuk menghentikan pertandingan <link type="page"> <caption> sepak bola</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/sepakbola/" platform="highweb"/> </link> itu sudah tepat.
"Pandangan saya bertentangan (dengan Blatter). Saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan selamat kepada para pemain atas keputusan mereka meninggalkan lapangan," tuturnya kepada ratio RTL.
Dan dalam pertandingan Seri A Italia melawan Siena, Minggu 6 Januari, para pemain AC Milan menggunakan kaus bertuliskan antirasisme saat melakukan pemanasan di lapangan.
Akan ke luar lapangan lagi
Berlusconi juga menegaskan agar masalah rasisme dalam sepak bola segera dihentikan.
"Bukan hanya tentang perilaku pemain dalam pertandingan tapi juga masyarakat umum dan setiap orang harus mencegah citra Italia yang negatif," tegas mantan perdana menteri Italia itu yang akan mencalonkan diri kembali untuk jabatan yang sama.
Dalam pertandingan melawan Siena tersebut, Boateng -yang pernah memperkuat Tottenham Hotspur- mengambil bola yang sedang berada di tengah lapangan dan menendangnya ke tribun penonton.
Pemain Timnas Ghana itu kemudian melepas kausnya dan meninggalkan lapangan para pemain dan petugas AC Milan.
Dia juga menegaskan akan meninggalkan lapangan lagi jika mendapat ejekan rasisme saat bertanding.









