Kursus budaya Inggris untuk pemain asing

Suarez Evra
Keterangan gambar, Suarez dikenai larangan delapan pertandingan dalam kasus Evra.

Otorita sepak bola Inggris (FA) mempertimbangkan kursus budaya Inggris untuk semua pemain asing, sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi rasisme di sepak bola.

Berbagai kalangan menilai kursus ini dipicu oleh komentar rasis penyerang Liverpool Luis Suarez terhadap pemain belakang Manchester United Patrice Evra, yang berujung dengan larangan delapan pertandingan untuk Suarez.

Dalam kasus ini, Suarez menyebut Evra ‘negrito’ namun di persidangan Evra menyatakan bahwa kata negrito biasa dipakai di negaranya, Uruguay, dan bukan termasuk kata rasis.

Argumen ini ditolak FA dan asosiasi sepak bola ini mengusulkan kursus budaya Inggris untuk semua pemain asing sehingga salah paham dan insiden rasisme seperti dalam kasus Suarez-Evra tidak terulang.

Masih terjadi

Kursus ini dianggap penting karena sekitar 60% pemain di Liga Primer berasal dari luar Inggris.

Dalam beberapa bulan terakhir terjadi kasus rasisme yang menyita perhatian besar di Inggris.

Selain kasus Suarez, kapten Chelsea juga dikenai larangan empat pertandingan setelah terbukti mengeluarkan kata-kata rasis kepada pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand.

Dokumen yang diperoleh BBC juga menunjukkan selain kursus budaya Inggris, FA juga berencana mewajibkan klausul antirasisme dimasukkan dalam kontrak pemain dan manajer.

Beberapa klub sudah memasukkan pasal antirasisme atau persoalan diskriminasi ini, namun sejauh ini belum menjadi standar bagi seluruh klub, terutama di Liga Primer.