Klub Uni Emirat Arab Al-Wasl pecat Maradona

Diego Maradona

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Diego Maradona kembali menorehkan prestasi buruk saat menjadi pelatih.

Sukses menjadi seorang pemain belum tentu sukses saat menjadi pelatih. Dan itulah yang menimpa diri Diego Maradona.

Sebagai pemain, tak ada yang meragukan kemampuan Si Tangan Tuhan mengolah bola di atas lapangan hijau. Namun, menjadi pelatih? Lain persoalannya.

Setelah gagal total melatih tin nasional Argentina di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Maradona nampaknya belum 'kapok' melatih.

Dan 14 bulan lalu, Maradona menerima tawaran untuk menangani klub Liga Uni Emirat Arab Al Wasl untuk durasi selama dua tahun.

Sayangnya, karir Maradona di Timur Tengah tak berlangsung lama. Manajemen Al Wasl sepakat memecat pelatih berusia 51 tahun itu.

"Setelah manajemen Al Wasl melakukan pertemuan dan mengevaluasi kinerja staf pelatih di bawah pimpinan Diego Maradona, maka manajemen memutuskan tidak meneruskan kontrak dengan Diego Maradona dan stafnya," demikian pernyataan resmi Al Wasl.

Manajemen Al Wasl memastikan Maradona dan stafnya akan mendapatkan kompensasi dari pemecatan ini

Prestasi buruk

Al Wasl mendatangkan Maradona dengan harapan bisa mengangkat citra klub di dalam dan di luar lapangan. Namun harapan itu tak terwujud.

Maradona hanya berhasil membawa Al Wasl bertengger di peringkat delapan Liga Uni Emirat Arab, terpaut 29 angka dari juara musim ini Al Ain.

Selain itu, Al Wasl juga gagal di Piala Presiden dan hanya mencapai babak perempat final Piala Emirat.

Tak hanya itu Al Wasl juga gagal menjuarai final kejuaraan antar klub negara-negara teluk meski sempat mengalahkan klub Bahrain, Al Muharraq 3-1 di leg pertama.

Tak hanya gagal di dalam lapangan, Maradona juga membuat berita di luar lapangan saat Al Wasl menghadapi Al Shabab di liga utama Uni Emirat Arab.

Maradona dikabarkan naik ke tribun penonton ketika fans Al Shabab diduga melecehkan istrinya yang tengah berada di stadion.