F1 akan miliki pembalap putri dalam waktu 10 tahun

Susie Wolff
Keterangan gambar, Susie Wolff akan menguji mobil tim Williams di trek lurus bulan depan.

Pembalap putri di Formula Satu akan terbentuk dalam waktu 10 tahun, menurut pengembangan balap tim Williams, Susie Wolff.

Wolff, yang sebelumnya ikut dalam balap di Jerman (DTM), bergabung dengan Williams tahun ini.

"Saya rasa, (pembalap putri) akan muncul lebih cepat. Yang jelas dalam waktu 10 tahun," kata Wolff kepada BBC.

"Ada semacam prasangka di industri balap, namun saya rasa hal itu akan berubah dan semakin banyak pembalap putri yang masuk," tambahnya.

Pembalap putri terakhir di F1 adalah Giovanna Amati dari Italia namun ia gagal masuk kualifikasi dalam tiga balap pada musim balapan 1992.

"Begitu ada satu pembalap putri masuk F1, maka hal itu akan membuka peluang bagi pembalap lainnya," kata Wolff.

Hanya lima pembalap putri

"Banyak kalangan di F1 yang ingin itu terjadi (ada pembalap putri)," tambahnya.

Wolff, bersama pembalap Spanyol Maria de Villota, yang bergabung dengan Marussia sebagai pembalap uji, dianggap sebagai peluang masuknya perempuan dalam F1.

Wolff -yang tugasnya termasuk menguji aerodinamis mobil, simulator dan menguji trek- akan turun dalam menguji mobil Williams di trek lurus pertengahan tahun ini.

"Peluang yang sangat hebat, namun ini masih tahap awal," kata Wolff.

"Jalan masih panjang untuk sampai pada balap F1. Saya harus menunjukkan kepada tim bahwa saya mampu."

Hanya lima pembalap putri yang sebelumnya pernah berlaga di F1. Yang paling menonjol adalah Lella Lombardi dari Italia yang ikuti dalam 12 GP pada tahun 1970an.

"Saya rasa sangat penting ada pembalap putri yang masuk F1. Dia harus masuk karena kemampuan bila tidak, dia tidak bisa bertahan lama," kata Wolff.