Paraguay akan matikan pergerakan Ganso

Paulo Ganso, pemain Brasil paling berbahaya menurut pelatih Paraguay, Gerardo Martino.

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Paulo Ganso, pemain Brasil paling berbahaya menurut pelatih Paraguay, Gerardo Martino.

Menjelang pertandingan perempat final Copa America 2011 menghadapi Brasil, Senin (18/7) dini hari, pelatih timnas Paraguay, Gerardo Martino, menyatakan lebih mewaspadai Paulo Henrique Ganso ketimbang Neymar.

"Neymar tak mengkhawatirkan kami. Tapi kami harus mencoba agar bola tak bisa mencapai Ganso," kata Martino sekaligus menggambarkan pentingnya Ganso bagi Brasil.

Jika pemain Santos ini bisa dimatikan, maka Martino yakin kunci untuk lolos ke semifinal sudah dipegang Paraguay.

"Gansolah yang memulai semua umpan ke depan. Dan sangat penting bagi kami untuk membatasi ruang geraknya," tambah dia.

Martino menegaskan pertemuan dengan Brasil di babak grup tak memberi keuntungan apapun bagi Paraguay.

"Apalagi, kini kami memasuki tahap menentukan, sehingga Brasil akan bermain lebih ngotot," papar Martino merujuk penampilan Brasil saat menghantam Ekuador 4-2 di pertandingan akhir babak grup.

Tetapi, Martino mengingatkan Paraguay biasanya akan bermain lebih bagus saat menghadapi lawan yang lebih kuat.

"Mungkin karena kami tidak memiliki beban apa-apa," tegasnya.

Pato waspadai Paraguay

Sementara itu, penyerang Brasil, Alexandre Pato memperkirakan bakal menghadapi pertarungan keras menghadapi Paraguay di babak perempat final Copa America.

"Pertandingan nanti akan sangat berat. Kami tak boleh berbuat kesalahan," kata penyerang klub AC Milan itu.

Di babak grup kedua kesebelasan sudah bertemu dan bermain imbang 2-2. Namun, Pato menyatakan pertandingan tersebut tak bisa dijadikan perbandingan.

"Kami kini berada di babak knockout. Jadi kedua tim akan bertarung untuk menang. Namun, kami yakin bisa lolos," lanjut pemain berjuluk Si Bebek itu.

Pato menambahkan penampilan Brasil terus membaik, misalnya saat mengalahkan Ekuador.

"Saya dan pelatih terus berdiskusi soal permainan kami. Dia meminta saya bermain lebih melebar dan kemudian menusuk untuk mencari bola," kata Pato yang menyumbang dua gol saat mengalahkan Ekuador.

"Kedua gol itu sudah membuktikan perkembangan," tegas dia.