Jepang raih emas sepakbola Asian Games

sepakbola Jepang
Keterangan gambar, Luapan kegembiraan pemain-pemain Jepang di Guangzhou

Jepang untuk pertama kali merebut medali emas sepakbola di Asian Games setelah din final menang 1-0 atas Uni Emirat Arab, UEA.

Gol kemenangan Jepang dihasilkan oleh pemain belakang Yuki Saneto pada menit ke-73.

Kesebelasan Jepang mencatat rekor sempurna di Asian Games Guangzhou dengan tujuh kemenangan dalam tujuh pertandingan.

"Saya gembira sekali bisa menghasilkan gol kemenangan karena di semi final saya membuat beberapa kesalahan," kata Saneto.

Asisten pelatih UEA Hassan Al Abdooli mengatakan timnya tidak bernasib beruntung dalam pertandingan final.

"Permainan kami indah dan kami bermain dengan cara yang enak ditonton," kata Al Abdooli seusai pertandingan Kamis.

UEA yang bermain defensif dalam semi final melawan Korea Selatan, tampil menyerang dalam pertandingan di final.

Ando cemerlang

Di babak pertama, UEA mendapat empat peluang bagus untuk menembus kiper Jepang Shunsuke Ando.

Omar Al Omoudi mendapat dua peluang emas, pertama tendangan guntingnya berhasil diselamatkan oleh Ando.

Al Omoudi kemudian melakukan tandukan yang meluncur di samping gawang Ando.

Tekanan pemain-pemain UEA tidak berhenti setelah turun minum.

Ahmed Al Abry yang mencetak gol kemenangan UEA di semi final melawan Korea Selatan, melakukan sundulan kepala yang berhasil diselamatkan Ando setelah dua kali menghantam mistar.

Ando kembali menjadi penyelamat bagi timnya dengan menghalau tembakan Abdulla Bloushi.

Kegagalan demi kegagalan pemaian UEA menjebol gawang Jepang harus dibayar mahal pada menit ke-73.

Jepang melakukan serangan dari sayap kiri yang berujung pada umpan tarik yang melambung di atas pemain-pemain UEA dan mendarat di kaki Saneto.

Dengan satu sentuhan Saneto melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur ke sudut gawang kiper UEA, Ali Housani.

UEA masih mendapat peluang lagi untuk menyamakan skor tetapi sundulan Saeed Al Khatiri masih bisa diselamatkan oleh Ando.

Iran - Korea Selatan

Dalam pertandingan sebelumnya, Korea Selatan mengejutkan Iran dengan mencetak tiga gol dalam 12 menit terakhir untuk meraih kemenangan 4-3 dalam perebutan medali perunggu.

Riwayat Korea sepertinya sudah tamat ketika Iran unggul 3-1 di awal babak kedua, tetapi penyerang Park Chu-Young dari klub Monaco memperkecil ketinggal dengan gol pada menit ke-78 untuk mengubah skor menjajadi 3-2.

Dua menit sebelum pluit panjang Ji Dong-Won menyamakan skor menjadi 3-3 dan semenit kemudian dia mencetak gol kemenangan yang membuat semua pendukung Korea bersuka cita.