Bintang tenis China Peng Shuai, dari tuduhan serangan seksual oleh eks pejabat, bantahan sampai 'salah paham besar'

Sumber gambar, Reuters
Bintang tenis China, Peng Shuai mengatakan ada "salah paham besar" terkait unggahannya yang menyebukan ia dipaksa berhubungan seks dengan mantan pejabat partai.
Unggahan di media sosial itu segera dihapus dan Peng tak terlihat selama berminggu-minggu setelah itu dan banyak yang mempertanyakan kondisinya.
Wawancara dia dengan L'Equipe, surat kabar olahraga Prancis, dilakukan dengan kondisi yang sangat diawasi.
Wartawan BBC di Beijing Stephen McDonell menyebut apa yang dialami Peng sebagai propaganda.
Surat kabar L'Equipe harus mengajukan pertanyaan sebelumnya dan wawancara dilakukan di fasilitas Olimpiade Musim Dingin dan dihadiri oleh perwakilan Komisi Olimpiade China. Perwakilan itulah yang menterjemahkan jawabannya dari bahasa China.
Peng mengatakan dalam wawancara itu bahwa ia hidup secara normal - kalimat yang selalu digunakan oleh para pejabat China tentang pemain tenis itu. Ia juga mengatakan terima kasih atas keprihatinan terhadapnya oleh berbagai pihak.
"Saya ingin tahu, mengapa ada yang prihatin?... Saya tak pernah mengatakan ada yang menyerang saya secara seksual," katanya kepada L'Equipe.
Baca juga:

Sumber gambar, PA Media
Sebelumnya dalam unggahannya, Peng mengungkapkan rincian tentang hubungannya dengan mantan pejabat itu termasuk tuduhan paling tidak satu kali ia dipaksa berhubungan seks.
Unggahan tersebut viral dan banyak dibagikan sebelum dihapus kurang dari satu jam setelah diterbitkan. Pada bulan-bulan berikutnya, Peng menyanggah melontarkan tuduhan itu.
Dalam wawancara dengan L'Equipe, ia kembali menyanggah tuduhan itu.
"Unggahan ini menyebabkan salah paham besar dari dunia luar. Saya harap arti dari unggahan itu tak lagi dipelintir. Dan saya juga berharap kita tak lagi menambah sensasi isu ini."
Asosiasi Tenis Putri (WTA) sempat mengatakan masih khawatir Peng telah ditekan untuk melakukan sensor oleh pemerintah.
Dalam wawancara video dengan Lianhe Zaobao, surat kabar Singapura yang berbahasa Mandarin, Peng menjelaskan: "Saya tidak pernah mengatakan atau menulis bahwa ada orang yang menyerang saya secara seksual. Poin ini harus ditekankan dengan sangat jelas."
Namun dalam catatan aslinya, yang diposting di platform media sosial China Weibo pada November lalu, dia menuduh mantan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli memaksanya untuk berhubungan seks.
Peng juga mengaku kepada Lianhe Zaobao bahwa dia tidak sedang diawasi, dengan mengatakan: "Mengapa ada orang yang memantau [saya?] [Saya] selalu sangat bebas."
Wawancara itu dilakukan di sela-sela pertandingan olahraga di Shanghai, saat Peng muncul dengan sesama atlet nasional, termasuk pemain bola basket Yao Ming, serta eksekutif olahraga Ding Li, yang telah memposting gambar Peng di Twitter dalam beberapa minggu terakhir.
Menanggapi komentar-komentar Peng terkini, WTA mengatakan pihaknya menyambut baik penampilan Peng "di depan umum" tetapi itu tidak "mengurangi atau menanggapi... kekhawatiran tentang kondisi dan kemampuannya untuk berkomunikasi tanpa sensor atau paksaan".
"Kami tetap menyerukan adanya penyelidikan penuh, adil dan transparan... atas tuduhan penyerangan seksualnya, yang merupakan masalah yang menimbulkan kekhawatiran kami sejak awal," kata WTA.
Mengaku dalam kondisi sehat setelah 'menghilang'

Sumber gambar, IOC / Greg Martin
Sebelumnya, Peng Shuai mengatakan bahwa dia dalam kondisi aman dan sehat melalui panggilan video pada hari Minggu (21/11), kata Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Dalam sebuah pernyataan, IOC mengatakan Presiden organisasinya, Thomas Bach, telah berbicara dengan Peng selama 30 menit.
"[Dia] baik-baik saja, itu yang menjadi perhatian utama kami," tulis pernyataan tersebut.
Peng, 35 tahun, menghilang dari mata publik selama hampir tiga minggu setelah dia menyatakan bekas wakil perdana menteri China melakukan serangan seksual terhadap dirinya.
Sejumlah negara Barat dan bintang tenis menyerukan agar pemerintah China memberi kepastian bahwa Peng benar-benar bebas dan mendesak kasusnya diselidiki secara serius.
"Pada awal panggilan selama 30 menit, Peng Shuai berterima kasih kepada IOC atas perhatiannya terhadap kesejahteraannya," tulis pernyataan IOC.
"Dia menjelaskan bahwa dia aman dan sehat di rumahnya di Beijing, tetapi ingin privasinya dihormati saat ini," tambahnya.
"Dia lebih memilih menghabiskan waktunya dengan teman dan keluarga saat ini," katanya. "Meski demikian, dia akan terus terlibat dalam tenis."

Sumber gambar, Getty Images
Pernyataan IOC juga menyertakan gambar dari panggilan itu, di mana Peng terlihat tersenyum menghadap ke kamera.
Kekhawatiran atas menghilangnya Peng Shuai dari mata publik mendorong media pemerintah China untuk merilis serangkaian foto dan video yang tampaknya menunjukkan bintang tenis itu baik-baik saja.
Bulan lalu, pada Minggu (21/11), seorang jurnalis media pemerintah mengunggah klip video di Twitter yang menunjukkan Peng tersenyum sambil berdiri dengan para pejabat di sebuah turnamen tenis di Beijing.
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa penyelenggara acara juga menerbitkan foto-foto Peng di halaman resmi WeChat acara tersebut.
Namun asosiasi tenis perempuan dunia (WTA) mengatakan kepada Reuters bahwa video itu "tidak cukup" sebagai bukti keselamatannya dan tidak menjawab kekhawatiran banyak pihak soal kondisi Peng yang sebenarnya.
Pada hari yang sama, WTA mengatakan dalam sebuah pernyataan baru bahwa video baru-baru ini "tidak mengurangi atau menjawab kekhawatiran WTA tentang kesejahteraannya dan kemampuannya untuk berkomunikasi tanpa sensor atau paksaan".
"Video ini tidak mengubah seruan kami untuk penyelidikan penuh, adil dan transparan, tanpa sensor, atas tuduhan penyerangan seksual terhadapnya, yang merupakan masalah yang menimbulkan kekhawatiran awal kami," katanya.
Peng - mantan pemain ganda tenis peringkat satu - menuduh mantan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli di situs media sosial China Weibo pada awal November.
Dia mengklaim bahwa dia dipaksa melakukan hubungan seksual dengan Zhang, dalam sebuah unggahan yang dihapus dalam waktu beberapa menit. Ini adalah pertama kalinya klaim seperti itu dibuat terhadap salah satu pemimpin politik senior China.

Sumber gambar, Getty Images
AS 'sangat khawatir' dengan Peng Shuai
Sebelumnya, Amerika Serikat mengatakan "sangat khawatir" akan bintang tenis China, Peng Shuai, yang pekan lalu belum diketahui keberadaannya sejak ia menuduh seorang pejabat tinggi Partai Komunis melakukan pelecehan seksual.
Gedung Putih mendesak China untuk "memberikan bukti yang independen dan dapat diverifikasi" mengenai keberadaan Peng dan keamanannya.
Petenis perempuan berusia 35 tahun dan pemegang dua gelar juara Grand Slam itu, dua pekan lalu menuduh mantan wakil perdana menteri China, Zhang Gaoli, melakukan kekerasan seksual.
Asosiasi Tenis Perempuan (WTA) telah mengancam untuk membatalkan turnamen-turnamen di China sampai ada bukti bahwa Peng dalam keadaan aman.
"Kami tidak bisa menerima kompromi. Ini persoalan benar dan salah," kata Ketua WTA Steve Simon.
WTA telah diberi tahu bahwa Peng baik-baik saja, dan berada di Beijing, oleh Asosiasi Tenis China, meskipun Simon mengatakan belum ada konfirmasi bahwa kabar itu benar.

Sumber gambar, Getty Images
Dalam perkembangan terpisah pada Jumat kemarin (19/11), tiga foto Peng diunggah ke sebuah akun WeChat dengan namanya beserta tulisan "Selamat berakhir pekan".
Namun, keaslian kiriman tersebut dipertanyakan oleh analis media BBC Kerry Allen:
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan

Awal pekan ini, media pemerintah China merilis sebuah email yang diatribusikan pada Peng, namun Ketua WTA Steve Simon meragukan keasliannya.
Mantan pemain ganda nomor satu dunia itu belum pernah terlihat di hadapan publik, sejak mengunggah tuduhan terhadap mantan Wakil PM Zhang Gaoli di media sosial China Weibo pada tanggal 2 November.
Ia mengklaim bahwa dirinya "dipaksa" berhubungan seks dengan Zhang - yang menjabat wakil perdana menteri China antara 2013 dan 2018.
Unggahan itu dihapus beberapa menit kemudian, bersama beberapa unggahan terbaru lainnya dari akun tersebut, yang punya lebih dari 500.000 pengikut.
Sejak itu, para pesohor dari dunia tenis telah bersuara tentang hilangnya Peng.

Sumber gambar, Getty Images
Siapa Peng Shuai?
Peng adalah atlet terkemuka di China dalam olahraga tenis. Petenis berusia 35 tahun itu pernah memenangi dua gelar Grand Slam di Wimbledon pada 2013 dan Prancis Terbuka pada 2014 bersama petenis Taiwan, Hsieh Su-wei.
Selama kariernya, Peng menjadi komponen kunci dalam pengaruh soft power Partai China.
Karena itu, tuduhan Peng menjadi insiden paling dahsyat dalam gerakan #MeToo di China. Insiden ini muncul beberapa bulan sebelum China menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

Sumber gambar, Getty Images
Setelah sosok Peng tidak pernah terlihat dalam beberapa pekan, media CGTN yang dikendalikan pemerintah China mendadak merilis tangkapan layar email berikut kursor mengetik.
Semua hal ini menimbulkan kecurigaan mengenai keaslian email tersebut.
Orang-orang terkemuka di China pernah menghilang dari sorotan publik.
Kadangkala yang hilang adalah miliarder, tapi atlet terbilang jarang.














