You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Apa kata bintang-bintang olahraga Spanyol soal kemerdekaan Catalunya?
Bintang-bintang olahraga Spanyol angkat bicara tentang referendum kemerdekaan Catalunya dari Spanyol yang diwarnai kekerasan.
Pemain sepak bola Gerard Pique mengatakan siap mundur dari timnas Spanyol sementara manajer bola Pep Guardiola dan petenis nomor satu dunia Rafael Nadal sedih dan prihatin dengan jatuhnya korban saat digelar pemungutan suara hari Minggu (01/10). Pique dan Guardioala berasal dari Catalunya.
Pigue mengatakan dirinya masih bersedia menjadi anggota timnas Spanyol, tapi jika sikapnya terhadap referendum kemerdekaan dinilai sebagai masalah, dirinya siap mundur.
"Jika dinilai saya adalah bagian dari masalah, saya akan mundur dari tim nasional sebelum 2018," kata Pique kepada para wartawan.
Pique mendukung referendum dan ia mengunggah fotonya di Twitter setelah mencoblos. "Saya sudah mencoblos. Bersama kita tak terhadang dalam membela demokrasi," katanya.
Pencoblosan diwarnai kekerasan setelah polisi mencoba mencegah orang-orang untuk memberikan suara, menyebabkan lebih dari 840 orang mengalami luka-luka.
"Banyak orang di Spanyol yang tidak setuju dengan apa yang terjadi (di lapangan) ... mereka adalah orang-orang yang percaya dengan demokrasi," kata Pique.
Ia tampak tak bisa menahan tangis dan matanya berkaca-kaca.
"Saya orang Catalan ... saya bangga dengan tindakan warga di Cataluntya. Mencoblos adalah hak dan itu harus dibela," katanya.
Mantan manajer Barcelona yang kini mengasuh Manchester City, Pep Guardiola, juga sependapat dengan Pique bahwa hak rakyat untuk menyampaikan suara harus dihormati.
'Spanyol ingin sembunyikan kenyataan'
Guardiola sejak awal dikenal sebagai pendukung referendum dan secara langsung ikut berkampanye dalam menentukan masa depan Catalunya.
"Lebih dari 700 orang mengalami luka-luka. Mereka ini ingin mencoblos, bukan merampok bank," kata pelatih yang lahir dan besar di Catalunya ini.
"Spanyol mencoba menyembunyikan kenyataan, tapi media di dunia akan menunjukkannya. Foto-fotonya jelas dan setiap orang tahu apa yang terjadi," ujar Guardiola.
"Foto tak bisa berbohong. Ada orang-orang yang ingin mencoblos dan mereka diserang."
"Spanyol adalah negara besar, maju di bidang kesusateraan, olahraga ... tapi harus dipahami bahwa ada warga yang ingin memutuskan masa depan mereka," katanya.
Petenis nomor satu dunia Rafael Nadal memiliki keprihatinan yang sama.
Nadal besar di Mallorca tapi ia fasih berbicara Catalan dan tercatat sepuluh kali menjuarai turnamen tenis Barcelona Terbuka.
"Rasanya ingin menangis melihat negara yang dikenal rukun menjadi seperti ini. Foto-foto (kekerasan) yang disiarkan sungguh sangat negatif," kata Nadal.
"Ini momen yang menyedihkan, hati saya hancur. Saya banyak menghabiskan waktu di Catalunya ... (kekerasan) ini membuat saya sangat sedih," katanya.
Pemimpin Catalunya, Carles Puigdemont, mengatakan kawasannya berhak memisahkan diri dari Spanyol setelah hampir 90% pemilih mendukung kemerdekaan dalam referendum hari Minggu.
Pada 2014, Catalunya menggelar referendum yang tidak mengikat dengan mayoritas pemilih mendukung kemerdekaan. Tetapi pada saat itu hanya sekitar 2,3 juta pemilih yang memberikan suaranya dari sekitar 5,4 juta jumlah pemilik hak suara.
Catalunya adalah salah satu wilayah terkaya di Spanyol dan memiliki bahasa dan budaya tersendiri.