You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Pesepak bola perempuan Nigeria unjuk rasa menuntut bonus kemenangan
Para pemain sepak bola tim nasional perempuan Nigeria menggelar aksi unjuk rasa di luar gedung parlemen di ibu kota Abuja untuk menuntut pembayaran bonus kemenangan.
Unjuk rasa, Rabu (14/12), berlangsung bersamaan dengan penyampaian nota keuangan tahun depan oleh Presiden Muhammadu Buhari di Majelis Nasional.
Para pengunjuk rasa kemudian berjalan kaki ke kediaman resmi Presiden Buhari dan kemudian Kepala Staf Kepresidenan Abba Kyari sudah berjanji bahwa bonus akan dibayar dalam waktu dua hari.
Namun mereka menolak untuk meninggalkan hotel tempat menginap sampai mendapat pembayaran bonus senilai US$17.150 atau sekitar Rp227 juta untuk setiap pemain.
Sejauh ini masing-masing pemain baru dibayar US$2.000 oleh Federasi Sepak bola Nigeria (NFF).
Timnas perempuan Nigeria, yang dijuluki Super Falcons, berhasil merebut Piala Afrika Perempuan 2016 setelah mengalahkan tuan rumah Kamerun dengan angka 1-0 dalam final Sabtu (03/12) lalu.
NFF -yang mendapat dana langsung dari pemerintah- sedang menghadapi kesulitan keuangan karena Nigeria untuk pertama kali menghadapi resesi ekeonomi dalam satu dekade belakangan, yang antara lain disebabkan oleh anjloknya harga minyak dunia.
Bagaimanapun bukan pertama kali Super Falcons menghadapi masalah dengan NFF terkait pembayaran bonus dan tunjangan.
Tahun 2004, para pemain juga bertahan di hotel mereka di Afrika Selatan selama tiga hari karena NFF juga tidak membayar bonus kemenangan di Piala Afrika Perempuan.
Para pemain maupun pelatih sepak bola Nigeria beberapa kali menghadapi masalah pembayaran, sampai menyebabkan ada pemain yang memboikot latihan atau pertandingan.