Pusat pembuangan sampah elektronik terbesar di dunia.

Sebuah desa bernama Guiyu di Provinsi Guandong Selatan, Cina dinobatkan sebagai pusat pembuangan sampah elektronik terbesar di dunia.

Sampah ini diimpor dari seluruh penjuru dunia. Hal ini mengakibatkan tingkat polusi yang tinggi, terlihat dari kadar metal di sungai, gagal panen, dan penurunan tingkat kesehatan penduduknya.

sampah elektronik

Sumber gambar, Reuters

Seorang pekerja mendaur ulang CD di sebuah bengkel di Guiyu, China. Guiyu dikenal sebagai tempat pembuangan barang elektronik terbesar di dunia.

sampah elektronik

Sumber gambar, Reuters

Kendaraan beroda tiga membawa sampah elektronik ke bengkel-bengkel kecil untuk didaur ulang. Di Guiyu, terdapat sekitar 5000 bengkel daur ulang yang bisa mengolah 15.000 ton sampah yang berasal dari telepon selular dan komputer dari seluruh dunia.

sampah elektronik

Sumber gambar, Reuters

Para pekerja secara ilegal mendistribusikan komputer dan printer tua ke pusat daur ulang yang tidak terdaftar pemerintah. Mereka bekerja dengan menggunakan tangan kosong untuk membongkar alat elektronik dan bekerja di ruangan yang minim ventilasi.

sampah elektronik

Sumber gambar, Reuters

Sungai yang tercemar melewati bengkel daur ulang yang digunakan untuk mengolah komponen plastik pada sampah elektronik. Menurut penelitian Shantou University, udara dan air di daerah tersebut sudah terkontaminasi racun dari partikel-partikel metal.

sampah elektronik

Sumber gambar, Reuters

Sebuah sepeda roda tiga berada di tumpukan sampah lempengan sirkuit. sirkuit ini akan dilelehkan untuk mengambil kandungan emas, tembaga, dan alumunium yang terkandung di dalamnya.

sampah elektronik

Sumber gambar, Reuters

Seorang pekerja mendistribusikan sampah elektronik di pusat daur ulang yang dikelola oleh pemerintah.

sampah elektronik

Sumber gambar, Reuters

Komponen telepon selular tua dipisahkan di dalam bengkel pusat pembuangan barang elektronik di Guiyu. China kini memproduksi sampah elektronik terbanyak di dunia sebesar 6,1 juta metrik ton per tahun, lalu diikuti oleh Amerika Serikat sebesar 7,2 juta ton.