Ekuador akui 'batasi' koneksi internet Julian Assange

Sumber gambar, AFP
Ekuador mengakui telah membatasi sebagian koneksi internet sang pendiri WikiLeaks, Julian Assange yang tinggal di kedutaan besarnya di London.
Dalam pernyataannya, kementerian luar negeri Ekuador membantah langkah pembatasan akses internet itu akibat tekanan dari Amerika Serikat.
Sebelumnya, situs WikiLeaks menuding Amerika Serikat meminta Ekuador untuk menghentikan situs publikasi dokumen tentang calon presiden Hillary Clinton.
- <link type="page"><caption> Ekuador 'putus' koneksi internet Julian Assange</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/10/161018_majalah_internet_assange_diputus" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Prancis tolak permintaan suaka Julian Assange</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150703_dunia_assange_prancis" platform="highweb"/></link>
Departemen Luar Negeri AS sendiri mengatakan bahwa tuduhan itu "tidak benar".
Aktivis transparansi itu mencari suaka di Kedutaan Ekuador di London sejak tahun 2012 untuk menghindari ekstradisi atas tuduhan penyerangan seksual.
Dalam sebuah pernyataan (yang ditulis dalam bahasa Spanyol), Kementerian luar negeri Ekuador mengatakan keputusan WikiLeaks untuk mempublikasikan dokumen yang dapat mempengaruhi pemilihan presiden AS sepenuhnya tanggung jawab sendiri, dan Quito tidak ingin mencampuri proses pemilu.
"Untuk menghormati hal itu, Ekuador, menggunakan hak berdaulat, untuk membatasi sementara sebagian koneksi dari sistem komunikasi di Kedutaan Inggris," kata pernyataan itu.

Sumber gambar, TWITTER
Mereka juga menambahkan bahwa "Ekuador tidak akan menyerah pada tekanan dari negara-negara lain."
WikiLeaks sebelumnya mengatakan bahwa Ekuador telah memutus koneksi internet Assange pada Sabtu malam (15/10).









