Perempuan jatuh dari balkon usai cekcok dengan teman kencan Tinder

Sumber gambar, QUEENSLAND SUPREME COURT
Juri di pengadilan Australia telah mendengarkan rekaman audio seorang wanita yang memohon agar bisa meninggalkan apartemen teman kencannya, sebelum ia tewas terjatuh dari balkon lantai 14.
Warriena Wright berkenalan dengan Gable Tostee lewat aplikasi kencan Tinder dan baru bertemu dengan pria tersebut untuk pertama kalinya pada malam ia meninggal.
Tostee dinyatakan tidak bersalah atas pembunuhan Warriena. Tidak ada tuduhan bahwa ia telah mendorongnya dari apartemen, sebaliknya Wright diyakini berupaya untuk memanjat turun.
Pengadilan juga telah melihat foto bersama pasangan ini.
Sebelumnya, mereka mengobrol lewat aplikasi kencan Tinder dan bertemu secara pribadi di sebuah resor pantai Surfers Paradise, di Queensland, Gold Coast.
Jaksa mengatakan Tostee mengintimidasi Wright, sehingga Wright merasa satu-satunya cara untuk melarikan diri dari apartemennya adalah dengan memanjat turun lewat balkon.
- <link type="page"><caption> Naik, kejahatan yang terkait dengan aplikasi kencan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160112_majalah_aplikasi_kencan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Fitur premium Tinder lebih mahal bagi pengguna dewasa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/03/150303_fitur_baru_tinder" platform="highweb"/></link>
Menurut jaksa, Tostee marah usai Wright melemparkan batu hias ke arahnya dan memukulnya dengan teleskop.
'Menjadi intim'
Tostee diduga berusaha menahan Wright untuk pergi sebelum kemudian menguncinya di luar apartemen, yaitu di balkonnya.
Pengacara pembela mengatakan, kasus Tostee "tidak sesuai" dengan pasal pembunuhan dan pembunuhan secara tidak sengaja, dan bahwa Wright menjadi agresif terhadap Tostee setelah mereka minum alkohol dan menjadi intim.
Dalam rekaman telepon Tostee, terdengar Wright mengancam akan "menghancurkan rahang Tostee".
Kemudian dalam rekaman itu terdengar Tostee juga menyebut Wright "psiko sialan". Lalu terdengar Wright berteriak, "Biarkan saya pulang ke rumah."
"Saya akan melepaskanmu, tapi kamu sudah menjadi gadis nakal," jawabnya.
"Kamu beruntung saya tidak menendangmu dari balkon. Saya seharusnya tidak memberimu banyak minum.
"Saya akan mengarahkanmu keluar dari apartemen seperti sekarang, kamu tak boleh membawa barang apa pun.
"Jika kamu coba-coba melakukan sesuatu, saya akan menonjokmu."
Usai Tostee berkata demikian, Wright berteriak "Tidak" dan terus mengulang, "Biarkan saya pulang" sebelum akhirnya jatuh dan menjerit.
Berlibur di Australia
Pengadilan juga menghadirkan kesaksian dari tetangga Tostee, Nick Casey. Ia mengatakan dirinya mendengar ribut-ribut sebelum pergi ke luar, dan melihat Wright memanjat tepian balkon.
Lalu Casey mengatakan, "Kamu tidak bisa turun dengan cara seperti ini, kembalilah."
Sementara tetangga lainnya, Gabriele Collyer-Wiedner, mengatakan dia terbangun pukul 02.00 oleh suara furnitur yang terbentur dan saat ia melihat ke luar, ada sepasang kaki menjuntai dari balkon apartemen Tostee.
Ia mengatakan, "Saya ketakutan, ada sesosok tubuh jatuh di pagar balkon saya. Saya menjerit dan ada orang lain berteriak, saya kira itu adalah suara Wright."
Setelah Wright jatuh, Tostee menelepon ayahnya dan mengatakan, "Saya bukan penyebab Wright jatuh, saya tidak mendorongnya atau apa pun."
Wright, yang berasal dari Selandia Baru, berada di Australia untuk menghabiskan liburan pendeknya, saat pasangan ini bertemu pada bulan Agustus tahun 2014 lalu.
Jika Tostee dinyatakan bersalah atas pembunuhan teman kencannya, maka ia bisa menghadapi hukuman seumur hidup.











