Wajah sapi dibuat buram oleh Google Street View

Sumber gambar, GOOGLE
Seekor sapi yang wajahnya dibuat buram oleh Google Street View menjadi pembicaraan di media sosial.
Hewan tersebut dipotret oleh kamera Google di Coe Fen, Cambridge, dan tampaknya diperlakukan sama dengan manusia untuk alasan privasi.
David Shariatmadari dari harian Inggris, The Guardian, menyoroti pemandangan itu dalam twitter-nya dan sudah disebar lebih dari 9.000 kali.
Google mengakui 'terlalu antusias' dengan teknologi mengaburkan wajah tersebut.
- <link type="page"><caption> Negara baru Sudan Selatan sudah masuk peta Google</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/09/110922_googlesudan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Iran peringatkan Google</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2012/05/120519_iran" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, GOOGLE
Wajah sapi itu awalnya dapat dilihat dengan jelas tengah merumput di dekat sungai Sungai Cam pada foto yang diambil dengan jarak sedikit lebih jauh.
Namun Google tampaknya telah mengaburkan wajah hewan itu untuk tampilan dekat.
Fitur Google Street View diluncurkan pada tahun 2007 dan diliput luas oleh kalangan media. Kamera Google dipasang di atas mobil untuk memetakan jalan-jalan di seluruh dunia.
Untuk membantu masalah privasi, perangkat lunak yang digunakan secara otomatis mengaburkan wajah manusia.

Sumber gambar, GETTY IMAGES
Shariatmadari kemudian melihat 'perlakukan khusus' atas sapi tersebut, lalu mengunggahnya di Twitter, dan mengatakan 'hebat bisa melihat Google memperlakukan privasi sapi dengan serius'.
"Sapi yang lucu," balas pengguna Twitter. "Google tengah uji coba," kata pengguna lainnya.
Sejauh ini, Twitter yang mengunggah wajah sapi yang dikaburkan mendapat tanggapan 'suka' lebih dari 12.000 kali.
Seorang juru bicara Google mengatakan: "Kami pikir Anda menarik satu ekor ketika kami menggiring kawanan sapi, tapi jelas bahwa teknologi memburamkan wajah yang dimiliki Google terlalu antusias mengambil gambar.
"Tentu saja, kami tidak iri pada ketenaran sapi ini."









