Santo Teresa disucikan oleh Paus Fransiskus di Vatikan

Paus Fransiskus

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Saat menetapkan Santo Teresa, Paus Fransiskus menyebut 'kejahatan atas kemiskinan' para pemimpin dunia.

Bunda Teresa, yang dihormati karena membantu orang miskin di India, sudah dinyatakan sebagai orang suci oleh Paus Fransiskus.

Upacara pentahbisan berlangsung di Alun-Alun Santo Petrus, Vatikan, dihadiri oleh puluhan ribu orang, Minggu 4 September.

Paus mengatakan Santo Teresa membela orang-orang yang tidak sempat lahir, sakit, maupun terlantar dan telah mempermalukan para pemimpin dunia karena 'kejahatan atas kemiskinan yang mereka ciptakan sendiri'.

  • <link type="page"><caption> Bunda Teresa akan ditetapkan sebagai orang suci</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151218_majalah_teresa_saint" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> India terbelah setelah pemimpin Hindu mengkritik Bunda Teresa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/02/150224_dunia_bunda_teresa" platform="highweb"/></link>
Bunda Teresa

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Santo Teresa lahir sebagai Agnes Gonxhe Bojaxhiu di Skopje, Masedonia, tahun 1910.

"Dia membuatnya suaranya didengar oleh kekuatan dunia sehingga mereka mungkin mengakui kesalahan dalam kejahatan kemiskinan yang mereka ciptakan," kata Paus Fransiskus saat upacara.

Dan Paus mengulang lagi, "Kejahatan atas kemiskinan yang mereka ciptakan sendiri."

Di beberapa kota India, ibadah khusus dilakukan untuk pendiri Missionaries of Charity -sebuah ordo untuk membantu kaum miskin di Kalkuta.

Santo Teresa

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Bunda Teresa meraih Nobel Perdamaian karena kegiatan amalnya di daerah kumuh Kolkata.

Dua kesembuhan yang dianggap sebagai mukjizat setelah Bunda Teresa meninggal dunia tahun 1997 dikaitkan dengan kelayakan untuk menjadi orang suci.

Lahir sebagai Agnes Gonxhe Bojaxhiu di kota Skopje, Masedonia, tahun 1910, Bunda Teresa mendirikan Missionaries of Charity tahun 1949 dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk merawat orang miskin dan sakit di Kolkata.

Biarawati Katolik ini meraih Nobel Perdamaian karena kegiatan amalnya di daerah kumuh Kolkata tersebut.