Apa dampak 'Tembok Trump' terhadap satwa liar?

Sumber gambar, Getty
Salah satu bahan kampanye calon presiden Partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump, adalah membangun tembok yang tak tertembus yang memisahkan Amerika dengan Meksiko.
Tembok ini dianggap sebagai jalan keluar untuk mengatasi imigrasi gelap yang dianggap mengganggu lapangan kerja di Amerika.
Kampanye ini mendatangkan kontroversi, tetapi Trump bersikukuh. Ia bahkan menyatakan akan memaksa Meksiko untuk membangun tembok tersebut.
- <link type="page"><caption> Trump: Meksiko akan '100%' mendanai tembok perbatasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160831_dunia_trump_tembok_meksiko" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Patung telanjang Donald Trump menghibur pengguna jalan di AS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160819_majalah_donald_trump_patung" platform="highweb"/></link>
Tembok ini bisa jadi komoditi politik. Namun jika benar-benar dibangun, dampaknya tak hanya terjadi pada manusia.
Perbatasan AS dan Meksiko adalah ekosistem yang rumit, dengan banyak hewan dan tumbuhan yang hidupnya tak bisa dibatasi wilayah administrasi.
Kawasan ini adalah populasi bagi mamalia, burung dan tanaman, termasuk beberapa yang sudah menjadi ikon seperti burung pelari di Amerika (roadrunner) dan kaktus saguaro yang menjadi simbol sinematik bagi kawasan Barat Daya Amerika.

Sumber gambar, Reuters
Daerah gurun kering ini juga mendukung kehidupan hewan seperti macan liar cougar, domba tanduk besar, dan jaguar serta macan tutul ocelot yang hanya tersisa sekitar 50 ekor saja di Texas selatan.
"Bangunan di perbatasan tak hanya menghalangi pergerakan hewan liar, tetapi juga menghancurkan habitat dan segala daya dukung yang membuat hewan ini berpindah-pindah," kata Sergio Avila-Villegas dari Museum Arizona SOnora Desert di Tucson, Texas.
Kepunahan
Penghalang buatan manusia juga menghalangi penyebaran serbuk sari dan mengganggu permukaan air dan jalur air, serta bisa menyebabkan banjir dan menghancurkan habitat hewan liar.
- <link type="page"><caption> Donald Trump klaim Meksiko akan danai pembangunan tembok perbatasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/09/160901_gnb_01092016_1230" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Tim Trump harus ungkapkan kaitan dengan Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160815_dunia_trump_rusia" platform="highweb"/></link>

Contohnya sudah ada, seperti pembangunan Antelope Valley di Kalifornia yang menyebabkan hilangnya hewan antilop -sejenis rusa- pada tahun 1880 karena mereka tak bisa menyeberangi rel kereta yang baru dibangun ketika itu.
Ahli biologi dari Oregon State University, Dr Clint Epps mengatakan hewan liar di sana sudah menyeberangi perbatasan selama tiga hingga 20 juta tahun lamanya.
Adanya penghalang fisik di sana akan mengubah situasi secara mendasar dan akan punya dampak besar terhadap mereka.
"Beberapa spesies seperti domba tanduk besar, mereka punya dua kelompok populasi di kedua sisi perbatasan. Namun mereka tergantung pada perpindahan untuk memelihara keragaman genetik. Mereka akan mengalami kepunahan setempat," kata Dr Epps.
Saat ini berdasarkan UU tahun 2006 mengenai keamanan, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat sudah membangun pembatas dengan Meksiko sepanjang 3.200 km.
Namun pembatas ini kebanyakan dibuat untuk menghalangi kendaraan, sementara manusia dan hewan masih bisa melintasinya.
Ini berbeda dengan retorika Donald Trump yang akan membangun tembok yang 'tak tertembus' antara kedua negara.









