Dibongkar, sindikat pemalsu status izin kerja imigran Cina di Spanyol

barcelona polisi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Polisi Spanyol menyebut, para imigran Cina diberikan surat kontrak palsu di perusahaan tekstil untuk mendapatkan izin tinggal.

Polisi membongkar sindikat yang secara ilegal mengubah status izin kerja kaum imigran Cina di Spanyol.

Mereka menangkap 57 orang di Barcelona, Valencia, San Sebastian dan Las Palmas di Kepulauan Canary.

Warga negara Cina yang secara ilegal tinggal di Spanyol dilaporkan membayar kepada jaringan ini sebesar €8.000 (Rp110 juta) per orang untuk mendapatkan kontrak palsu sebagai pekerja sektor tekstil.

  • <link type="page"><caption> Imigran di Inggris 'merasa tak aman' setelah 'Brexit' </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160627_dunia_inggris_imigran" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dicurigai terkait penipuan online, 31 WN Cina diperiksa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160621_indonesia_wargacina_bogor" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pengungsi di Aceh: "Kami tak ingin bermukim di Indonesia" </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160619_indonesia_aceh_tamil_update" platform="highweb"/></link>

Dengan kontrak palsu itu, mereka mendapat izin tinggal di Spanyol.

"Sesudah mereka mendapatkan izin tinggal, para imigran itu akan kembali ke Barcelona untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga, dan bukan bekerja di industri tekstil sebagaimana kontrak yang mereka miliki dan laporkan kepada dinas terkait," kata pernyataan polisi Spanyol.

  • <link type="page"><caption> Kisah Shandra Woworuntu, WNI korban perbudakan seks di Amerika</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160330_majalah_sandra_korban_perbudakan_seks" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Obama desak reformasi imigrasi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2010/07/100701_obamaimmigration" platform="highweb"/></link>

Pemimpin kelompok ini adalah pasangan warga Cina, diduga membayar antara € 1500 hingga 2.000 untuk setiap kontrak palsu kepada pengusaha yang memberikan kontrak.

Sebagian besar pengusaha yang diduga terlibat, terkait dengan usaha perhotelan di Lanzarote, salah satu pulau di Kepulauan Canary.

Imigran Cina adalah komunitas asing terbesar kelima di Spanyol, yang menurut data Institut Statistik Nasional pada 2015 jumlahnya mencapai 170.000.