Mengapa main layang-layang dapat membunuh?

Sumber gambar, AP
Main layang-layang sepertinya sebuah olahraga yang tidak berbahaya. Tetapi ternyata dapat juga mematikan. Awal pekan ini, dua anak-anak dan seorang pria meninggal karena lehernya tersayat benang gelasan, benang yang dilapisi serbuk kaca.
Menaikkan layangan adalah olahraga populer di India dan Pakistan. Bahkan dulu pernah terjadi 'pertarungan' brutal di udara dengan layang-layang mereka.
Dalam salah satu cerita pendeknya, penulis India, Ruskin Bond, menggambarkan "layang-layang menukik di udara, bertempur sampai salah satu benangnya putus" saat terjadinya perang layang-layang di paruh pertama abad ke-20.
"Layang-layang yang kalah, bebas terbang ke langit biru... Terjadi perjudian dan uang bertukar tangan. Main layang-layang saat itu adalah olahraga para raja," tulisnya.
Tetapi sekarang adu layangan menjadi kegiatan yang berbahaya.
"Bagi banyak orang, menaikkan layang-layang sudah bukan lagi olahraga rekreasi. Pemain menggunakan benang berbahaya dan benang katun tidak berbahaya sudah terlupakan," kata Mehul Pathak, pendiri klub main layang-layang di Gujarat.
- <link type="page"><caption> Tiga orang di India tewas tersayat benang gelasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160817_majalah_india_layangan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Festival layang-layang Bali</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2013/07/130726_galeri_foto_festival_layanglayang" platform="highweb"/></link>
Banyak benang layangan menggunakan campuran logam dan pecahan kaca dengan lem, untuk memutuskan benang gelasan layang-layang milik lawan dalam sebuah kontes.
Dan di lima tahun terakhir, para pemain layang-layang mencoba menggunakan benang nilon yang dilapisikaca, yang lebih kuat, dan lebih berbahaya, dibandingkan benang layang-layang biasa.

Sumber gambar, AFP
Benang-benang ini tidak akan mudah putus, dan sekarang dilarang setelah insiden terakhir yang menewaskan tiga orang.
Kematian juga bisa dialami para pemburu layang-layang putus akibat tertabrak di jalanan.
Tetapi tampaknya peraturan akan sulit diterapkan dan banyak penggemar layang-layang membeli atau membuat benang gelasan sendiri secara ilegal di rumah.
Hampir sangat tidak mungkin bagi polisi untuk melacak seseorang yang layang-layang putusnya telah menewaskan seseorang. Dan seorang pemain layang-layang akan menolak untuk memberikan benang gelasan.
Rajneesh Chhibber, yang menjalankan klub layang-layang di kota Lucknow, merupakan salah satu yang mempertahankan benang-benang seperti itu, dengan mengatakan "tanpa benang ini layang-layang milik lawan tak dapat diputus".
Menerbangkan layang-layang akan tetap menjadi olahraga yang digemari di India, dan membuat permainan ini lebih aman akanlah sangat sulit.









