Tiga orang di India tewas tersayat benang gelasan

Sumber gambar, EPA
Tiga orang, termasuk dua anak-anak, meninggal karena leher mereka tersayat benang gelasan yang digunakan untuk menerbangkan layang-layang pada Hari Kemerdekaan India.
Saanchi Goyal, 3 tahun, dan Harry, 4 tahun, sedang melihat ke luar dari atap kendaraan mereka di Delhi ketika benang tajam menyayat leher mereka.
Zafar Khan, 22 tahun, juga terbunuh benang gelasan ketika mengendarai sepeda motornya.
- <link type="page"><caption> Festival layang-layang Bali</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2013/07/130726_galeri_foto_festival_layanglayang" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Rekor layang-layang anak Gaza</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2010/07/100730_gazakite" platform="highweb"/></link>
Benang yang terbungkus kaca dipakai untuk memutus benang dari layang-layang saingan.
Banyak layang-layang diterbangkan untuk merayakan berbagai peringatan, termasukacara penting seperti Hari Kemerdekaan yang dirayakan pada tanggal 15 Agustus.
Tetapi setiap tahun, muncul sejumlah laporan tentang orang yang sekarat atau terluka karena benang layang-layang -yang dalam bahasa setempat manja- dibubuhi kaca atau logam untuk membuatnya tajam.
Tahun 2015 benang sejenis membunuh anak laki-laki berumur lima tahun di kota Moradabad, India utara, dan setahun sebelunya seorang anak perempuan berusia lima tahun di Jaipur yang tewas.
Pemerintah Delhi sekarang melarang penggunaan manja yang dipertajam untuk menaikkan layang-layang dan berjanji akan mendidik warga tentang bahaya penggunaan benang tersebut.









