Seorang murid berpredikat sangat baik merasa dikorbankan dengan tuduhan ‘curang’

fabienne
Keterangan gambar, Fabienne Ruttledge merasa dikorbankan atas tuduhan curang di tes sosiologi.

Sebuah badan penguji mempertahankan keputusannya mendiskualifikasi seorang siswa berpredikat sangat baik untuk tiga perempat bagian tes sosiologi-nya.

Fabienne Ruttledge (18 tahun) dikirimkan tiga dari empat pertanyaan di sebuah grup WhatsApp pada pagi hari tes berlangsung.

Dia berkata dia merasa dikorbankan dengan tidak adil karena orang-orang lain di grup tersebut tidak mendapat hukuman.

Badan penguji AQA (Assessment and Qualifications Alliance) berkata akan mendiskualifikasi yang lain jika ada ‘bukti jelas’ terhadap mereka.

  • <link type="page"><caption> Cara mengajar matematika di Asia akan diterapkan di Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160712_majalah_matematika_asia_inggris" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Sekolah kirim SMS dengan wali murid, nilai matematika siswa meningkat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160715_majalah_pendidikan_sms_walimurid" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Murid laki-laki dua kali lebih 'tertinggal' di sekolah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160718_majalah_pendidikan_lakilaki" platform="highweb"/></link>

Namun Fabienne, dari Essex, tetap pada pendiriannya dia tidak melakukan sesuatu yang salah dan khawatir jika hal ini akan mempengaruhi kesempatan kerja dan pilihan universitas-nya.

"Di hari tes berlangsung seseorang memuat pertanyaan-pertanyaan itu di grup," dia berkata.

"Saya menghiraukannya, saya pikir itu dibuat untuk membuat enggan orang-orang, seperti sebuah sabotase."

Pertanyaan-pertanyaan itu dipercaya muncul dari seorang siswa yang mengerjakan tes terlebih dahulu akibat jadwal yang bentrok.

Situs AQA berkata jika kamu sadar telah terjadi kecurangan di sebuah tes kamu seharusnya melaporkannya ke guru.

fabienne
Keterangan gambar, Bocoran soal dikirim lewat grup Whatsapp.

Fabienne tidak melakukannya.

AQA berkata: "Tak seorangpun yang mengikuti tes kami mendapatkan keuntungan tidak adil, sehingga kami akan secermat mungkin menyelidiki tuduhan kecurangan dan hanya akan mengambil tindakan jika ada bukti nyata terhadap individu tertentu.”

"Saran kami kepada setiap siswa yang menerima detil-detil bocoran sebuah tes untuk melaporkannya ke guru sesegera mungkin.”

Fabienne berkata dia tidak mendapat keuntungan yang tak adil karena dia tidak menganggap pesan itu dengan serius dan berkata itu tidak mempengaruhi waktu revisi final-nya.

"Saya tidak curang," dia yakin. "Saya tidak meminta orang itu untuk pertanyaan-pertanyaan itu. Saya ada di grup ini hanya untuk tujuan revisi tugas saya.”

"Bukan salah saya, saya ada di situ, tempat itu yang salah.“

fabienne
Keterangan gambar, Badan penguji menganjurkan para murid untuk melaporkan bentuk kecurangan apapun ke guru.

Dia meminta AQA mengganti keputusan mereka.

"Kami semua memiliki pesan yang sama yang dikirimkan ke ponsel kami, namun AQA hanya memberi penalty empat dari 40 orang," dia mengklaim.

AQA berkata yang lain juga ikut dihukum dan Fabienne berhak mengulang tes.