'Pemuda masa kini' dalam poster revolusi budaya Cina

Waktu membaca: 2 menit

Apakah Anda termasuk pemuda masa kini yang gemar selfie dan tergila-gila dengan Wi-Fi juga media sosial?

Jika ya, mungkin Anda akan menyukai karya seniman asal Yogyakarta yang memodifikasi poster propaganda Cina untuk menggambarkan kehidupan modern.

Pada satu poster tertulis, "sinyal lancar rakyat pintar', disertai dengan gambar empat orang yang dengan bangga memegang ponsel dan tablet mereka. Lainnya, bertuliskan "pemuda masa kini" dengan gambar pekerja yang sibuk selfie.

  • <link type="page"><caption> Korea Utara sempat luncurkan 'Facebook tiruan'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160601_majalah_korut_facebook_palsu.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Revolusi Kebudayaan dalam kesunyian pemberitaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160516_majalah_revolusi_kebudayaan.shtml" platform="highweb"/></link>

Catur Danang mengatakan dia memilih poster revolusi kebudayaan era Mao Zedong karena suka dengan gambarnya yang sederhana tetapi memiliki pesan yang kuat.

"Saya suka dengan poster-poster propaganda Rusia, Cina, juga Jerman. Di Indonesia, kita juga punya karya Affandi, salah satunya poster 'Bung, Ayo Bung'. Tetapi saya ambil Cina karena arsipnya banyak dan sudah jadi referensi global," jelasnya.

Sumber gambar, Danang Catur

Poster-poster itu kemudian diolah lagi (diapropriasi) untuk menggambarkan dunia modern - dunia yang tampaknya tak bisa lepas dari sinyal dan ponsel.

Sumber gambar, Danang Catur

Namun, karya-karyanya tidak dimaksudkan untuk mengkritisi.

"Saya ingin merayakan saja, kecenderungan anak muda sekarang. Bagaimana mereka menggunakan gadget-nya untuk eksis. Saya dan hampir semua orang juga melakukan itu, selfie misalnya. (Jadi karya ini ingin) merayakan dan menertawakan diri sendiri."

Si buku merah

Selain karena gambarnya yang kuat, Danang menilai ada repetisi yang terjadi dalam sejarah revolusi kebudayaan di Cina dengan dunia modern sekarang.

Diketahui, <link type="page"><caption> Revolusi kebudayaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160516_majalah_revolusi_kebudayaan" platform="highweb"/></link> diluncurkan oleh pemimpin Komunis, Mao Zedong, pada tahun 1966 sebagai upaya untuk 'menghancurkan pengaruh kapitalis dan pikiran borjuis.'

Salah satu alat 'cuci otak' yang kuat adalah buku berjudul 'Kutipan dari Ketua Mao' atau sering disebut 'Buku Merah Mao' yang berisi 427 kutipan Mao Zedong.

Buku merah ini selalu ada dalam poster-poster propaganda era itu.

Sumber gambar, Danang Catur

Dan, Danang menilai buku merah yang menjadi 'simbol budaya' itu kini berubah menjadi ponsel - sebagai pusat dari kebudayaan era modern.

"Setiap poster pasti ada gambar buku merahnya, tapi sekarang gadget-nya itu yang selalu ada di setiap posternya," kata Danang.

Karya-karya seniman lulusan ISI Yogyakarta ini pernah ditampilkan dalam pameran bertajuk "Unjuk Rasa" di Surabaya akhir tahun lalu.

Jadi apakah Anda salah satu 'pemuda masa kini' versi Danang?

Sumber gambar, Danang Catur