Palestina membuka museum di Tepi Barat

Sumber gambar, AFP
Presiden Otorita Palestina, Mahmud Abbas, sudah membuka secara resmi museum nasional baru di daerah pendudukan Tepi Barat.
Namun museum yang dibangun dengan biaya US$24 juta atau sekitar Rp321 miliar di kota universitas, Birzeit itu, belum memamerkan satu barangpun.
Rencana pameran foto-doto warga Palestina dari seluruh dunia tertunda namun peresemian museum tetap dilakukan, Rabu 18 Mei.
- <link type="page"><caption> Tentara Israel diadili karena dituduh membunuh warga Palestina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160509_dunia_israel_palestina" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Perempuan Palestina terbunuh oleh tank Israel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160506_dunia_perempuan_palestina_tank" platform="highweb"/></link>
"Kita membuka satu monumen Palestina hari ini, Museum Palestina, yang akan melestarikan kenangan rakyat Palestina dan menuturkan kusahnya," kata Abbas.

Sumber gambar, AFP
Upacara peresmian -yang diperkirakan akan menggarisbawahi pengalaman para pengungsi Palestina- sempat dihentikan untuk sementara, di tengah-tengah munculnya sejumlah laporan tentang perbedaan pandangan antara direkturnya dengan badan pengurus museum.
Pihak manajemen berpendapat bahwa tidak adanya barang yang dipamerkan bukan sebagai suatu hal yang memalukan.
Mereka mengatakan pembukaan museum akan memperingati rampungnya pembangunan gedung dan tempat tersebut akan beroperasi penuh pada akhir tahun.
"Ini bukanlah sebuah museum kosong. Ini adalah pembangunan sebuah museum. Yang kami resmikan sekarang hanyalah bangunannya," kata Omar Qattan, direktur dari museum yang memiliki 40 pegawai tersebut seperti dilaporkan kantor berita AFP.









