Kisah kehidupan seksual gadis Pakistan dan masyarakat yang gamang

Sumber gambar, ZAHRA HAIDER
Ketika penulis Pakistan Zahra Haider menulis tentang hubungan seksual pra-nikah yang dilakukannya saat masih remaja di Islamabad untuk majalah Vice, bisa dibayangkan reaksi media sosial yang muncul.
Haider, sekarang berusia usia 20-an, pindah ke Kanada sebelum ulang tahun ke-19nya. Dia menulis bahwa dia menggunakan kamar-kamar hotel untuk petualang-petualangannya dan bahwa orang tuanya 'meledak dalam kemarahan yang sepenuhnya tidak rasional dan melodramatis' ketika mereka tahu tentang hal itu.
- <link type="page"><caption> Seks, uang dan cinta: Bantuan perempuan Nigeria lewat Instagram</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151230_trensosial_perempuannigeria" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Siapa menyemprotkan kemarahan di mobil 1,5 miliar ini?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160505_trensosial_amukan_bekas_pacar" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Isu seks setelah mabuk di Thailand saat Valentine</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/02/150211_trensosial_thailand_valentine" platform="highweb"/></link>
Kisahnya telah dibagikan ribuan kali dan memunculkan perdebatan sengit.
Beberapa orang mengomentari pernyataannya bahwa Pakistan adalah salah satu 'populasi penonton porno tertinggi di dunia' dan bahwa orang Pakistan 'ngeres dan doyan seks.' Lainnya menyorot pada pengakuan bahwa dia telah berhubungan seks dengan 'hampir selusin orang' saat masih remaja di Islamabad.

Sumber gambar, TWITTER l RAAHIM FCB

Sumber gambar, TWITTER l SAROOR IJAZ
Dalam sebuah surat terbuka kepada Haider di Facebook, dan surat itu sendiri sudah dibagi lebih dari 6.000 kali, wartawan Ali Moeen Nawazish mengkritiknya untuk apa yang disebutnya melakukan 'penghakiman budaya' terhadap orang Pakistan.
Nawazish mengatakan kepada BBC bahwa 'tidak ada bukti untuk mendukung pernyataan (Haider) bahwa Pakistan adalah negara paling banyak menonton film porno di seluruh dunia atau bahwa kami tertindas secara seksual.'
Dia menambahkan bahwa pengalaman Haider sebagai salah satu orang 'elit' Pakistan tidak menunjukkan gambaran sebenarnya tentang perempuan Pakistan lainnya.
- <link type="page"><caption> Adegan cium aktris Pakistan akan disensor?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/08/140811_hiburan_pakistan_film" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Perempuan India tuntut hak beribadah di kuil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160219_majalah_india" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Beratnya menjadi lesbian di Pakistan </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/08/140819_majalah_pakistan_gay" platform="highweb"/></link>
Bagaimana pun, banyak juga pengguna media sosial di Pakistan yang mendukung. Bukan kebetulan, kebanyakan adalah perempuan.

Sumber gambar, TWITTER l MARYAMFUL

Sumber gambar, TWITTER l BISSMAH MEHMUD
Haider mengatakan kepada BBC Trending bahwa ia menulis artikel itu untuk mendorong diskusi lebih terbuka tentang seks.
"Sebagai contoh, saya menerima pesan dari seseorang di Pakistan yang kehilangan saudaranya karena AIDS. Dia mengatakan bahwa saudaranya jelas merasa malu ketika membahas seksualitas. Pria itu mengatakan, gara-gara saudaranya tidak mengerti apa yang terjadi pada tubuhnya, ia kehilangan jiwanya," kata Zahra Haider.












