Larangan pentas band Arab dengan penyanyi gay, dicabut

Mashrou' Leila
Keterangan gambar, Vokalis kelompok band Mashrou' Leila adalah seorang gay -hal yang kontroversial di dunia Arab.

Yordania mencabut larangan terhadap rencana konser oleh band Lebanon yang diperkuat penyanyi gay dan karyanya membicarakan tabu di dunia Arab.

Kelompok band Mashrou' Leila mendapat pemberitahuan awal pekan ini bahwa mereka tidak bisa tampil di Amman, Yordania, pada Jumat malam karena lagu-lagu mereka 'bertentangan dengan keyakinan agama.

Tapi Kamis (28/4), gubernur Amman mengatakan pihak berwenang sudah tidak lagi keberatan.

'Terkejut'

Mashrou' Leila menyambut keputusan itu, tetapi menyesalkan bahwa pencabutan larangan itu terlalu terlambat, sehingga mereka sudah tak mungkin melangsungkan konser.

Larangan itu memicu kecaman dari warga Yordania salah satu negara yang paling libral di kawasan itu Arab.

Dalam sebuah posting di halaman Facebook mereka, lima anggota Mashrou' Leila mengatakan mereka ingin mengucapkan terima kasih kepada seniman, musikus, intelektual dan aktivis masyarakat sipil dari Yordania dan berbagai tempat lain yang 'telah berdiri bersama kami.'

  • <link type="page"><caption> Seorang perempuan yang berupaya mengubah Arab Saudi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160124_majalah_perempuan_arab" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Israel larang buku kisah cinta Yahudi-Arab</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151231_majalah_cinta_israel_palestina" platform="highweb"/></link>
Mashrou' Leila

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Lagu-lagu Mashrou' Leila juga membahas topik-topik tabu di dunia Arab.

Mereka mengatakan "terkejut" ketika para pejabat kementerian dalam negeri dan tokoh agama di Yordania menyatakan bahwa musik mereka bertentangan Islam, Kristen, dan nilai-nilai masyarakat Yordania.

"Itu merupakan kritik budaya yang dangkal, gampangan, sepotong-sepotong," tambah mereka.

"Kecaman itu didasarkan pada analisis gampangan terhadap lagu-lagu kami, merampas kebebasan penulis untuk menggunaklan metafora, dan enyimpulkan bahwa penulis (lagu) merupakan seorang yang bagai iblis."

  • <link type="page"><caption> Ulama Saudi larang warga bikin manusia salju</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/01/150112_saudi_salju" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Somalia, Brunei, Tajikistan larang perayaan Natal</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151224_trensosial_larangan_natal" platform="highweb"/></link>

Para anggota band mengatakan mereka ingin 'mengucapkan selamat' kepada gubernur Amman, Khalid Abu Zeid yang menirim surat persetujuan konser, namun menyesalkan bahwa semuanya 'sudah terlalu terlambat,' sudah tak mungkin lagi menyelenggarakan konser.