Upacara pemakaman digelar sebagai protes di Kumbh Mela

Sumber gambar, AFP
Seorang perempuan pemuka agama Hindu menggelar upacara pemakaman sebagai protes atas kelompok yang seluruhnya perempuan dilarang mandi air suci dalam perayaan Kumbh Mela.
Trikal Bhawanta, pendiri Pari Akhara yang anggotanya semua perempuan, ingin mengambil air suci dalam upacara agama Hindu yang terbesar di dunia itu.
India memiliki 13 kelompok akhara dan semuanya dipimpin pria. Banyak para pemuka agama Hindu yang mempertanyakan keabsahan kelompok yang didirikan Bhawanta.
- <link type="page"><caption> Terdampar 13 tahun, perempuan India dipulangkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151026_majalah_pakistan_india_perempuan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Perempuan India tuntut hak beribadah di kuil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160219_majalah_india" platform="highweb"/></link>
Dalam aksinya, dia duduk di dalam sebuah liang kubur yang digali oleh para anggotanya, yang kemudian melempar bunga dan gumpalan tanah ke arahnya.

Sumber gambar, AFP
Pihak berwenang kemudian menghentikan aksi protesnya itu dengan mengerahkan polisi.
Bhawanta mendirikan akhara -yang terdiri dari sadhu atau pemeluk Hindu yang ingin meninggalkan materi duniawi untuk mencapai kesucian- pada tahun 2000.
Pari Akhara diyakini merupakan kelompok akhara pertama yang seluruh anggotanya adalah perempuan.
Persamaan hak di tempat-tempat suci Hindu di India belakangan ini menjadi isu yang semakin menghangat.
Awal tahun 2016, ratusan perempuan melakukan aksi jalan kaki dari kota Pune menuju kuil Shani Shingnapur di distrik Ahmednagar di Negara Bagian Maharashtra.
Tujuan mereka adalah untuk memasuki tempat suci yang berusia 350 tahun yang terlarang bagi perempuan. Walau gagal memasuki kuil, aksi mereka menjadi perhatian nasional.









