Jerawat bisa menimbulkan masalah kejiwaaan

Jerawat tidak dipandang cukup serius, meskipun penderitanya dilecehkan dan dikenai stigma, kata sejumlah lembaga kemanusiaan.
James Partridge -pendiri dan pemimpin sebuah yayasan sosial cacat tubuh, Changing Faces- mengatakan sikap masyarakat perlu segera dipertanyakan.
"Kita perlu menunjukkan rasa hormat, membantu orang menanganinya, bukannya merendahkan dan memandang negatif."
- <link type="page"><caption> Kulit robot sangat sensitif</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2010/09/100913_robotkupukupu" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pria lebih rawan kanker kulit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/08/130820_kesehatan_kankerkulit_pria" platform="highweb"/></link>
"Setiap tahun terjadi sejumlah kasus bunuh diri karena masalah kejiwaan orang-orang penderita jerawat," kata James. "Menyakiti diri sendiri adalah sesuatu yang biasa terjadi."
Karena tidak membahayakan nyawa, dana dan penelitian dipakai untuk hal-hal lain, kata British Skin Foundation.
Juru bicara dan dokter ahli kulit, Dr Anjali Mahto, mengatakan kepada BBC, "Keresahan yang ditimbulkan penyakit kulit sering kali diabaikan.
"Karena tidak akan membunuh Anda, (jerawat) berada di prioritas terbawah dari hal-hal yang perlu dilakukan."





