Pemilik Daily Mail pertimbangkan akuisisi Yahoo

Sumber gambar, Reuters
Pemilik surat kabar Inggris the Daily Mail tengah mempertimbangkan untuk membeli perusahaan internet asal Amerika Serikat, Yahoo.
Juru bicara surat kabar tersebut mengatakan diskusi “dalam tahap sangat awal” telah dilaksanakan dan belum ada kepastian apakah akuisisi akan terjadi.
Harian the Wall Street Journal melaporkan the Daily Mail and General Trust telah bernegosiasi dengan sejumlah perusahaan ekuitas swasta tentang kemungkinan pengambilalihan Yahoo.
- <link type="page"><caption> Yahoo akan kurangi 15% karyawannya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160203_majalah_yahoo_phk" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Yahoo akan menutup kantor di Cina, 350 orang di PHK</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/03/150319_yahoo_cina" platform="highweb"/></link>
Dengan mengutip beberapa narasumber yang dekat dengan urusan akuisisi tersebut, the Wall Street Journal melaporkan bahwa tawaran akuisisi Yahoo dapat berwujud dua opsi.
Opsi pertama, sebuah perusahaan ekuitas swasta akan mengambil alih bisnis internet Yahoo, sedangkan the Daily Mail mengambil alih bagian berita dan media.
Pada opsi kedua, perusahaan ekuitas swasta akan mengakuisisi bisnis internet Yahoo dan menggabungkan bagian berita dan media dengan operasi onlinethe Daily Mail.
Selain the Daily Mail, Time Inc juga dilaporkan berupaya mengajukan penawaran. Yahoo telah menetapkan tenggat penawaran pada 18 April.
Awal tahun ini Yahoo mengatakan akan memangkas 15% dari seluruh karyawannya sebagai bagian dari rencana untuk mendulang untung. Beberapa tahun terakhir Yahoo kewalahan menghadapi persaingan dengan Google dan Facebook.
Saham Yahoo mersoot sekitar 30% sejak akhir 2014.










