Filipina pamerkan koleksi perhiasan Marcos untuk mencegah korupsi

Perhiasan Marcos

Sumber gambar, PCGG

Keterangan gambar, Setiap perhiasan disertai dengan penjelasan harga, yang sebetulnya bisa digunakan untuk meningkatkan kehidupan bagi orang-orang di negara itu.

Sebuah pameran online menampilkan perhiasan yang pernah dimiliki oleh mantan ibu negara Imelda Marcos. Kegiatan ini digunakan sebagai kampanye antikorupsi di Filipina.

Perhiasan-perhiasan itu disita oleh Bea Cukai AS pada tahun 1986 ketika ia dan suaminya, Ferdinand Marcos, melarikan diri ke Hawaii setelah digulingkan oleh pemimpin militer.

Pemerintah mengatakan kampanye ini akan "mengingatkan generasi muda akan gaya hidup berlebih" pada zaman Marcos.

Keluarga Marcos, dan Imelda khususnya, dikenal dengan kecintaan mereka terhadap barang-barang mewah.

Keluarga dan teman sejawat mereka diperkirakan telah mengumpulkan lebih dari US$10miliar (atau sekitar Rp132 triliun) dalam bidang properti, perhiasan, uang tunai dan aset lainnya selama mereka berkuasa.

Tapi Imelda Marcos telah lama membantah perihal penggelapan tersebut.

Ia dinyatakan bersalah atas tuduhan korupsi di pertengahan 1990-an dan dijerat hukuman minimal 12 tahun penjara, namun vonis tersebut kalah di tingkat banding.

Sejumlah foto perhiasan yang dimuat dalam Twitter dan Facebook muncul menjelang pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada bulan Mei mendatang.

Tiga anggota keluarga Marcos turut serta dalam pemilu ini untuk menandai kiprah politik keluarga mereka.

Marcos Jewel

Sumber gambar, PCGG

Perhiasan Marcos

Sumber gambar, PCGG

Keterangan gambar, Komisi PCGG mengatakan anting-anting ini "setara dengan penghasilan tahunan 15 orang Filipina."

Komisi Presiden tentang Pemerintahan yang Baik (PCGG) telah memuat foto-foto perhiasan secara daring sejak 16 Maret, dengan judul: A Story of Excess.

Masing-masing perhiasan yang memesona itu disertai dengan penjelasan tentang bagaimana sebetulnya harga tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kehidupan bagi orang-orang di negara itu.

Sebuah "tiara antik dengan cabochon rubi, berlian dan mutiara mabe", misalnya, bisa digunakan untuk membayar biaya pendidikan universitas selama empat tahun untuk 2.000 siswa, demikian bunyi penjelasan itu.

Pemerintah telah mengumumkan rencana untuk melelang perhiasan Marcos, yang bernilai lebih dari US$21juta (atau sekitar Rp278 miliar).

Perhiasan Marcos

Sumber gambar, PCGG

Keluarga Marcos diizinkan untuk kembali ke Filipina saat Ferdinand Marcos meninggal pada tahun 1989.

Ferdinand Marcos Jr. (yang dikenal dengan nama Bongbong), yang pernah menjadi seorang senator, saat ini tengah mencalonkan dirinya menjadi wakil presiden.

Imelda Marcos sendiri berharap bisa dipilih kembali untuk Kongres, sementara putri sulungnya Imee Marcos mencalonkan diri untuk menjadi gubernur Ilocos Norte, yang merupakan rumah politik terakhir ayahnya.

Menanggapi pameran online tersebut, Ferdinand Marcos mengaku hal itu adalah upaya untuk menggagalkan kampanyenya.

"Mengapa mereka melakukan ini sekarang, setelah 30 tahun? Mereka benar-benar melakukan hal ini karena politik. Itu sangat jelas," tuturnya menurut media setempat.

Para kritikus menilai anggota keluarga Marcos muncul dan berkampanye di tengah-tengah para generasi muda karena mereka tidak begitu mengingat masa pemerintahan Marcos yang sarat penyalahgunaan.

Para pendukung keluarga karismatik itu mengatakan, Filipina membutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk mengatasi masalah-masalah sosial dan ekonomi.