Apakah kita bisa membuat tempe di luar angkasa?

Para siswa SMA Unggul Del menyiapkan perangkat eksperimen.

Sumber gambar, Elin Bawekes

Keterangan gambar, Para siswa SMA Unggul Del menyiapkan perangkat eksperimen.

Apakah Anda bisa membuat tempe atau menumbuhkan padi di luar angkasa? Inilah pertanyaan yang ingin dijawab oleh sejumlah anak-anak SMA di Indonesia yang terpilih untuk mengirim perangkat ilmiah mereka ke luar angkasa.

Eksperimen dari SMA Unggul Del dan tim siswa gabungan Jakarta-Bandung-Jayapura terpilih sebagai dua di antara 22 percobaan ilmiah lain yang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

ISS Project, begitu namanya, diselenggarakan oleh Valley Christian High School bekerja sama dengan Nanoracks, perusahaan yang memfasilitasi pengiriman proyek penelitian ke ruang angkasa.

  • <link type="page"><caption> 'Bunga bangkai' mekar di Australia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151229_majalah_sains_bungabangkai.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Gurita transparan "mirip hantu casper" ditemukan di Hawaii</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160306_majalah_iptek_gurita.shtml" platform="highweb"/></link>

Eksperimen pertama oleh SMA Unggul Del, Sumatera Utara, akan mempelajari pertumbuhan ragi di luar angkasa dalam kondisi gravitasi hampir nol. Ini merupakan eksperimen pendahuluan sebelum meluncurkan eksperimen berikutnya untuk mempelajari bagaimana membuat tempe di luar angkasa.

Komentar melalui media sosial termasuk dari Lungun Ranto Pasaribu yang menulis melalui Facebook, "Proud of you SMA Unggul Del," dan melalui Twitter @KPFM Mar 21Balikpapan Tengah, menulis singkat "Salut"!

Salah satu fokus penelitian adalah mempelajari pertumbuhan ragi, komponen pembuatan tempe.

Sumber gambar, Elin Bawekes

Keterangan gambar, Salah satu fokus penelitian adalah mempelajari pertumbuhan ragi, komponen pembuatan tempe.

Sementara itu, eksperimen kedua berasal dari tim gabungan SMA di Jakarta, Bandung, dan Jayapura mempelajari pertumbuhan padi di luar angkasa.

Dikirim dengan roket

Percobaan mereka lalu dimasukan dalam kargo Cygnus yang dibawa oleh roket Atlas 5, Rabu (23/03).

"Perangkat micro-lab yang dirancang oleh para siswa SMA tersebut dilengkapi dengan kamera digital, sensor, dan micro-controller, sehingga pertumbuhan ragi dan padi selama eksperimen berlangsung dapat diamati dari Bumi atau di manapun tempat asal terhubung dengan Internet, dengan mengunduh foto-foto dari micro-lab yang dipancarkan dari ISS ke Bumi," tulis J W Saputro, koordinator riset Indonesia, <link type="page"><caption> dalam rilisnya melalui Facebook.</caption><url href="https://www.facebook.com/smadel.sch.id/posts/995734680510034" platform="highweb"/></link>

Tim dari SMA Unggul Del, Sumatera Utara.

Sumber gambar, Elin Bawekes

Keterangan gambar, Tim dari SMA Unggul Del, Sumatera Utara.

"Senang karena ada ilmu yang didapat dan bisa berangkat ke Amerika," ujar salah satu siswa SMA Unggul Del dalam teleconference di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (23/03).

Beberapa hari lagi, para siswa sudah bisa mulai mengamati eksperimen mereka dan hasilnya akan dipresentasikan di Annual Conference of the American Society for Gravitational and Space Research di Washington DC pada November 2016.

"Apa yang dikerjakan siswa dan guru ini semoga menjadi inspirasi untuk semua orang Indonesia," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.