Paul McCartney upayakan kembalinya hak cipta lagu The Beatles

Paul McCartney
Keterangan gambar, Sir Paul akan memulai tur dunianya yang berjudul One On One bulan depan.

Sir Paul McCartney telah mengajukan gugatan hukum di Amerika Serikat untuk mengklaim kembali kepemilikan hak penerbitan karya-karya The Beatles.

Meskipun ia ikut menulis sebagian lagu-lagu hits band tersebut, namun sang bintang tidak pernah mendapat hak soal penerbitannya.

Namun, ketentuan hak cipta AS tahun 1976 memberikan kesempatan pada penulis lagu untuk mengklaim kembali hak lagu-lagunya setelah 56 tahun.

Katalog lagu-lagu Lennon-McCartney akan bisa dimintakan kembali haknya pada tahun 2018 mendatang, dan Paul baru-baru ini melakukan langkah untuk mengklaimnya lagi.

Menurut Billboard, Sir Paul mengajukan pemberitahuan untuk 32 lagu pada Kantor Hak Cipta AS pada bulan Desember 2015.

Sebagian besar lagu-lagu tersebut diciptakan antara tahun 1962 dan 1964, meskipun tembang-tembang lainnya dikarang jauh kemudian .

Beberapa lagu diantaranya yang berjudul Come Together, dan Why Don't We Do It In The Road, tidak bisa diproses pengembaliannya sampai tahun 2025.

The Beatles

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, The Beatles telah menyerahkan hak penerbitan pada awal karir mereka, atas saran dari manajer Brian Epstein (kanan).

Sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada majalah itu bahwa, Paul hanya akan mendapatkan setengah dari hak penerbitan lagu-lagu yang ia turut gubah, sebagian besar ia gubah bersama John Lennon. Lebih lanjut, keputusan itu hanya berlaku bagi AS, jadi Sony/ATV masih memiliki hak penerbitan lagu-lagu The Beatles di seluruh bagian dunia lain.

Hak-hak penerbitan menentukan bagaimana sebuah lagu bisa dimanfaatkan - misalnya penggunaan untuk film atau dalam sebuah program televisi.

Pemilik hak membagi pendapatan terkait hal itu dengan para penulis lagu, ini yang membuat Sir Paul bisa mengumpulkan kekayaan pribadi hingga sebesar £730juta (atau sekitar Rp13 trilyun)

Namun para musisi selama ini menyorot kurangnya pemantauan terhadap lagu-lagu mereka.