Guru Palestina meraih gelar guru terbaik dunia

Sumber gambar, AP
Seorang guru Palestina terpilih sebagai guru terbaik dunia, Global Teacher Prize, dan meraih hadiah US$1 juta atau sekitar Rp13 miliar.
Hanan Al Hroub, yang besar di sebuah kamp pengungsi Palestina di dekat Bethlehem, sehari-harinya kini menjadi guru untuk para pengungsi.
Pengumuman penghargaan ini berlangsung di Dubai, Minggu 13 Maret, dengan siaran video langsung oleh Paus Fransiskus, yang antara lain mengatakan guru adalah 'pembangun perdamaian dan persatuan'.
- <link type="page"><caption> Ilmuwan Stephen Hawking ungkap guru favoritnya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160308_majalah_guru_hawking" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Guru di Arab Saudi melepas tembakan, enam orang tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160211_dunia_penembakan_saudi" platform="highweb"/></link>
Selain itu Pangeran William, pewaris urutan kedua Kerajaan Inggris, juga ikut menyampaikan ucapan selamat lewat pesan video.

Sumber gambar, AP
Dalam pidato penerimaan hadiah, Hanan Al Hroub mengatakan guru bisa mengubah dunia.
"Saya bangga menjadi guru perempuan Palestina yang berdiri di atas panggung ini," tambahnya.
Hanan Al Hroub, yang keahliannya adalah menangani anak-anak yang menderita trauma kekerasan, mengatakan akan menggunakan hadiah uang yang ia terima untuk membantu murid-muridnya.
Finalis tahun ini antara lain berasal dari Inggris, India, Kenya, Finlandia, dan Amerika Serikat.
Global Teacher Prize diberikan oleh Yayasan Varkey -yang merupakan yayasan sosial milik perusahaan pendidikan internasional, GEMS- antara lain dengan tujuan untuk meningkatkan status profesi guru.









