Harem era Ottoman sebagai 'pendidikan' untuk hidup

Sumber gambar, AFP
Istri Presiden Turki berpendapat harem pada masa Ottoman merupakan 'sarana pendidikan untuk menyiapkan perempuan untuk menghadapi hidup'.
Emine Erdogan mengatakan hal tersebut dalam sebuah acara resmi tentang Kesultanan Ottoman di ibukota Ankara, seperti dilaporkan beberapa stasiun TV Turki.
Komentar ini disampaikan setelah suaminya, Presiden Recep Tayyip Erdogan, mengatakan perempuan 'lebih dari seorang ibu' dalam pidato untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, Selasa 8 Maret.
- <link type="page"><caption> Dua pertiga perempuan Inggris 'dilecehkan'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160308_majalah_perempuan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Dua perempuan serang kantor polisi Istanbul dengan granat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160303_dunia_serangan_istanbul" platform="highweb"/></link>
Para raja yang memimpin Kesultanan Ottoman sepanjang tahun 1302 hingga 1922 memiliki harem di Istana Topkapi di Istanbul, yang dijadikan museum sejak tahun 1924.
Harem pada masa Ottoman adalah sebuah tempat terpisah dari kegiatan resmi yang disediakan untuk para istri, keluarga, wanita simpanan, dan pelayan pria atau kasim.
Sultan menghabiskan waktu untuk keluarga dengan berada di harem, yang selain didiami beberapa istri yang sah juga wanita simpangan, yang jumlahnya bisa mencapai ratusan.

Sumber gambar, Reuters
Menurut Nyonya Erdogan, harem merupakan sekolah dengan mengatakan 'jejak-jejak yang ditinggalkan perempuan' sepanjang enam abad sejarah Ottoman adalah 'sebuah inspirasi,' seperti dilaporkan media Turki.
Para wanita simpanan yang tinggal di harem mendapat pelatihan serta makanan yang baik dan tidak semuanya untuk kepentingan seks semata. Bagaimanapun mereka tidak boleh meninggalkan istana dengan bebas sesuai keinginannya.
Komentar ibu negara Turki ini langsung memicu komentari si media sosial
"Mendapat pendidikan di Harem tidak membuatnya menjadi sekolah. Itu omong kosong," seperti pesan Twitter @GaziCaglar, yang memperkirakan ada sekitar 400 wanita simpanan di harem pada masa Ottoman.
Pendapat lain menyindir putri Erdogan yang dikirim bersekolah ke Universitas Indiana, Amerika Serikat. "Mereka yang menyebut harem tidak mengirim putri mereka ke universitas Amerika," tulis @kizmonot di Twitter.
Bagaimapun beberapa orang -termasuk wartawan propemerintah, Ceren Kenar- mendukung komentar Nyonya Erdogan tersebut.









