Perempuan Cina jadi 'penumpang paling beruntung di dunia'

Sumber gambar, Weibo Miffyscat
Ruangan yang lega, layanan pribadi dan tak ada tangisan bayi atau penumpang lain yang kesal.
Itulah pengalaman seorang pejalan beruntung di Cina yang bisa terbang sendirian ke kampung halamannya di Guangzhou untuk liburan Tahun Baru Imlek.
Penundaan berarti semua penumpang lain menukar penerbangan ke jam yang lebih awal, sehingga Zhang bisa menikmati perjalanan seperti layaknya naik pesawat pribadi.
Dengan naik pesawat, dan tidak naik kereta, Zhang juga menghindari penundaan yang menyebabkan <link type="page"><caption> sekitar 100.000 orang tertahan di stasiun Guangzhou</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160202_dunia_cina_guangzhou" platform="highweb"/></link> pekan ini.
Badai salju yang menyebabkan kekacauan kereta juga menyebabkan penundaan beberapa penerbangan di Wuhan tengah, termasuk penerbangan CZ2833 yang dinaiki Zhang ke Guangzhou.
Sebagian besar penumpang mengambil tawaran penerbangan yang lebih awal, tapi Zhang tidak, sehingga saat pesawatnya terbang dia adalah satu-satunya penumpang.
Dia mendokumentasikan pengalaman "menyenangkan" yang dialami lewat status dalam platform micro-blogging Weibo.
"Saya merasa sangat senang, ini adalah pengalaman hidup yang sangat jaranga dan baru. Saya merasa seperti bintang rock," katanya pada BBC, dia menambahkan bahwa anggota keluarganya kebanyakan terbang untuk mudik saat liburan.

Sumber gambar, WEIBO MIFFYSCAT
Dia juga mendapat layanan pribadi dan perhatian dari pilot dan staf pramugari.
Unggahannya mendapat ratusan like, share dan komentar dari netizen Cina di Weibo.
"Sungguh cara yang menyenangkan untuk terbang, Anda memang sangat beruntung untuk bisa merasakan keramahan seperti itu terutama dalam masa yang sangat sibuk," kata seorang pengguna Weibo, merujuk pada "migrasi" tahunan di mana ratusan juta orang bepergian ke pelosok negeri untuk kembali ke kampung halaman untuk Tahun Baru Imlek.
"Anda adalah penumpang paling beruntung di dunia - nikmatilah," kata yang lain.
Namun orang lain merasa situasi ini "terlalu berlebihan" untuk sebuah maskapai menerbangkan pesawat demi satu penumpang.

Sumber gambar, Weibo Miffyscat
"Mengingat momentum Tahun Baru Cina, ketika ribuan orang tergencet hanya untuk pulang, bukankah ini terlalu sayang?" kata seorang netizen Cina.
Seorang pengguna lain merasa bahwa maskapai "seharusnya menunggu" dan menerbangkan lebih banyak penumpang. "Buang-buang bahan bakar juga," katanya.
Dan berapa harga tiket emas ini? Pegawai perusahaan motor ini menilainya sekitar 1.200 yuan (sekitar Rp2,5 juta).
"Karena dibayar oleh perusahaan, saya tidak tahu harga tepatnya," katanya.










