Kematian penyu Vietnam dikaitkan dengan kongres partai

Penyu Vietnam

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Penyu lambang kemerdekaan Vietnam, yang difoto pada tahun 2011.

Seekor penyu yang dianggap sebagai lambang kemerdekaan Vietnam ditemukan mati mengambang di sebuah danau di Hanoi, tempat hidupnya selama ini.

Kematian penyu tersebut -yang diperkirakan merupakan satu dari empat penyu raksasa Yangtze yang masih hidup- menyebabkan seluruh negara berduka, seperti dilaporkan berbagai media.

Banyak orang yang menafsirkan kematiannya sebagai pertanda buruk bagi Partai Komunis Vietnam yang secara resmi akan memulai kongres pada Kamis, 21 Januari 2016.

Kongres itu, yang dilaporkan sudah didahului sejumlah pertemuan, berlangsung di tengah meningkatnya pertarungan politik untuk merebut kepemimpinan di negara tersebut.

Koran milik pemerintah, Tuoi Tre, melaporkan penyu dengan berat sekitar 200 kg dan berusia antara 80 hingga 100 tahun ditemukan mati pada Selasa (19/01) malam.

"Penyu itu mungkin salah satu spesies yang paling langka di planet dan jelas merupakan spesies penyu terlangka. Kehilangannya jelas merupakan pukulan besar," jelas Tim McCormack dari lembaga pegiat lingkungan, Asian Turtle Program, kepada AFP.

Kini diperkirakan tinggal tiga jenis penyu tersebut yang masih hidup, dua di kebun binatan Cina dan satu lagi di salah satu danau di Hanoi.

Penyu yang mati itu kini disimpan di sebuah kuil di pulau kecil di tengah Danau Hoan Kiem, menunggu keputusan pihak berwenang yang kemungkinan akan dimasukkan ke dalam museum.