Mengapa orang menggunakan nama palsu di Facebook?

Sumber gambar, Thinkstock
#TrenSosial: Facebook mengatakan akan <link type="page"><caption> merevisi aturan 'Nama Asli'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151216_majalah_teknologi_facebook" platform="highweb"/></link> yang kontroversial.
Pada Selasa (15/12), situs media sosial itu mengatakan, mereka akan menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna berbagi situasi khusus ketika dia tidak bisa menggunakan nama asli.
Tahun lalu, akun Facebook sekelompok waria di San Francisco dihapus karena mereka dianggap melanggar aturan.
"Orang-orang harus merasa aman dan percaya bahwa mereka tahu kepada siapa mereka berkomunikasi," kata Facebook.
"Ketika mereka menggunakan nama yang mereka ketahui, aksi dan kata-kata mereka akan lebih dijaga karena mereka tahu mereka akan bertanggung jawab."
"Namun, setelah mendengar tanggapan dari komunitas kami, kami menyadari bahwa kebijakan ini juga harus menguntungkan semua orang, terkhusus bagi komunitas yang dimarjinalisasi atau menghadapi diskriminasi."
Jejaring sosial ini akan mencoba menerapkan aturan baru - dimulai dari pengguna di Amerika.
Tetapi mengapa orang ingin mengganti nama mereka di Facebook?
BBC Newsbeat mendengar kesaksian beberapa orang:
- Seorang guru: Saya pribadi menggunakan nama palsu di Facebook karena para siswa saya pintar mencari akun guru-guru mereka di Facebook. Kebanyakan guru menggunakan nama palsu atau hanya sebagian dari nama mereka.
- Seorang polisi: Saya dan pacar saya adalah polisi dan kami tidak menggunakan nama asli kami karena bisa dijadikan target oleh orang-orang yang di pekerjaan kami. Ini terjadi pada rekan kami di kepolisian, jadi hampir semua polisi di tempat kami melakukan itu sekarang.
- Seorang pengusaha: Saya bekerja di biro iklan dan saya mengganti nama di Facebook karena klien saya tiba-tiba datang di rapat membawa foto memalukan saya ketika di universitas. Sejak itu, saya tidak ingin mencampur bisnis dengan kesenangan.
- 'Robbie Williams': Penyanyi saya mengganti nama di Facebook karena orang mengira saya mencoba meniru Robbie Williams, tetapi kenyataannya itu adalah nama asli saya.
Sejumlah respons yang kami dapat dari pembaca BBC Indonesia melalui Facebook mengatakan mereka cukup terganggu dengan banyaknya akun-akun palsu yang ada di jejaring itu. "Nama samaran, komentarnya banyak yang kasar dan menghujat," kata satu pengguna.
"Apa perlu minta persetujuan dulu dari Kantor Kecamatan?" tanya Muhammad Chaldun.
Namun, yang lain punya pendapat lain. "Mungkin dengan nama-nama yang kalian bilang aneh itu adalah cara mereka mengekspresikan diri, berikanlah mereka sedikit kebebasan," kata Falentino Yohanes Weken.









