Hari terakhir referendum bendera Selandia Baru

Lima finalis
Keterangan gambar, Warga diminta memilih dari lima finalis dan akan ada lagi referendum kedua Maret depan.

Referendum lewat pos untuk memilih bendera Selandia Baru yang baru akan ditutup hari ini, Jumat 11 Desember, pada pukul 19.00 waktu setempat.

Warga dimina untuk memilih satu dari lima rancangan, namun bulan Maret mendatang akan digelar referendum kedua untuk menerima bendera baru yang trpilih itu atau tetap menggunakan bendera yang lama.

Sekitar 43% warga yang berhak memilih diperkirakan <link type="page"><caption> sudah memberikan suaranya sejak referendum dibuka pada 20 November lalu. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151120_majalah_selandiabaru_bendera" platform="highweb"/></link>

Selandia Baru

Sumber gambar, New Zealand Government

Keterangan gambar, Rancangan bendera yang tidak masuk dalam finalis.

Setelah penutupan referendum, Komisi Pemilihan rencananya akan segera mengumumkan pemenang sementara.

Namun media melaporkan hasilnya bisa saja berubah ssetelah suara dari luar negeri masuk dan pengumuman akhir akan disampaikan pekan depan.

Rancangan bendera Australia

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Rancangan ini mungkin lebih bermaksud untuk 'menyindir'.

Keputusan untuk memilih bendera baru ini didukung oleh Perdana Menteri, John Key, yang mengatakan bendera saat ini amat mirip dengan Australia dan sudah saatnya untuk mencabut Union Jack atau bendera Inggris Raya.

Dia mengatakan partisipasi untuk memilih lebih tinggi dari yang diperkirakan, yang memperlihatkan 'para warga terlibat' dalam debat tersebut, seperti dilaporkan koran The New Zealand Herald.

Bendera Selandia Baru

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Bendera saat ini dianggap terlalu mirip dengan bendera Australia.

Empat rancangan bendera baru diumumkan pada bulan September dan yang kelima, Red Peak, ditambahkan setelah kampanye lewat media sosial.

Selain berdebat soal pemilihan bendera, warga juga berbeda pendapat soal biayanya karena sebagian menganggap terlalu besar, mencapai NZ$27 juta atau sekitar Rp250 miliar.