Blackberry mundur dari Pakistan pada akhir 2015

Blackberry akan menghentikan operasi dan layanan di Pakistan pada akhir 2015 terkait sengketa akses data pelanggan.
Perusahaan Kanada ini menjelaskan bahwa pemerintah Pakistan, melalui badan telekomunikasi nasional, ingin memantau setiap email dan pesan yang dikirim dari telepon genggam Blackberry.
Badan ini pada Juli lalu mengatakan server Blackberry tak dibolehkan beroperasi di Pakistan karena alasan keamanan.
Blackberry menyebut keinginan tersebut sebagai "akses tak terbatas" yang tak punya hubungan sama sekali dengan "keselamatan publik".
Mereka mengatakan permintaan semacam ini tak bisa diterima dan akhirnya diputuskan terhitung mulai akhir Desember 2015, Blackberry memilih mundur dari pasar Pakistan.
Salah satu eksekutif Blackberry, Marty Beard, mengatakan pihaknya tak akan mengkompromikan privasi pelanggan.
Ia menambahkan pihaknya berat hati mengambil langkah ini karena Pakistan termasuk "pasar yang penting" bagi Blackberry.
Data industri menunjukkan penguasaan pasar Blackberry secara global terus menurun.
Pada 2014 mereka hanya berhasil menjual 5,8 juta unit telepon genggam pintar, turun 70% dari jumlah 2013.










