#Trensosial : Gito, bayi orang utan yang ditemukan seperti 'mumi', pulih

gito

Sumber gambar, Other

Keterangan gambar, Gito kini telah pulih kembali
Waktu membaca: 2 menit

Seekor bayi orangutan, Gito, yang hampir mati karena ditelantarkan dan dalam kondisi seperti mumi berangsur pulih setelah dirawat selama dua bulan di Kalimantan Barat.

Bayi orangutan bernama <link type="page"><caption> Gito ditemukan Oktober 2015 lalu dengan kulit mengelupas di dalam </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151016_bayi_orangutan_cardbox" platform="highweb"/></link>kardus di Simpang Hulu, Kalimantan Barat.

Saat ditemukan, Gito terbaring lemas karena kekurangan gizi dan terendam air seninya sendiri.

gito

Sumber gambar, Other

Keterangan gambar, Keadaan Gito saat pertama kali ditemukan

Ia juga terkena penyakit sarkoptik yang membuat bulunya rontok dan kulitnya mengelupas.

Tim penyelamat dari International Animal Rescue (IAR) sempat mengira Gito sudah mati saat ditemukan.

IAR menyatakan saat ini kondisi Gito telah pulih setelah dirawat di pusat rehabilitasi orang utan di Ketapang, Kalimantan Barat.

Tumbuh gigi

gito

Sumber gambar, Other

Keterangan gambar, Kulitnya yang mengelupas terlihat mulai tumbuh

Gito terlihat sehat dan lincah dan bahkan kedua gigi depannya sudah tumbuh.

Bulunya belum sepenuhnya tumbuh tapi kulitnya sudah lebih halus dan ada tanda-tanda bulu halus akan tumbuh kembali.

Alan Knight OBE, Kepala Eksekutif IAR, mengatakan, "Mengingat kondisi Gito saat ditemukan, kesembuhannya adalah hal yang luar biasa tapi tim di Ketapang memang adalah ahli yang terlatih untuk menangani orang utan yang sakit dan terluka."

Korban kebakaran hutan

Alan mengungkapkan sudah banyak kasus orangutan yang tidak ada harapan tapi justru berhasil disembuhkan.

"Masih banyak orang utan seperti Gito yang membutuhkan pertolongan kami," ujarnya.

"Sudah berminggu-minggu tim penyelamat kami mempertaruhkan nyawa untuk mengamankan orang utan yang terjebak kebakaran di Kalimantan dan semakin banyak bayi orang utan yang kehilangan induk," tambahnya.

orangutan kalimantan

Sumber gambar, International Animal Rescue

Keterangan gambar, Induk orangutan dan bayinya menjadi korban kebakaran hutan

Dalam dua bulan ini, IAR telah menyelamatkan 20 ekor orang utan, beberapa adalah <link type="page"><caption> induk orang utan dengan bayinya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/11/151111_indonesia_orangutan_selamat" platform="highweb"/></link> dan ada juga yang tengah mengandung.

Mereka semua telah dipindahkan dan dilepaskan kembali ke bagian hutan yang aman.