Ribuan seruan 'saya adalah anjing' setelah anjing polisi 'ditembak teroris'

Seekor anjing pelacak bernama Diesel tewas 'ditembak oleh teroris' selama operasi antiteroris di pinggir kota Paris, menurut kepolisian Prancis.
Anjing itu mati dalam tembak menembak yang terjadi saat polisi menyerbu sebuah apartemen yang diperkirakan tempat persembunyian Abdelhamid Abaaoud, orang yang diduga sebagai dalang serangan Paris Jumat lalu.
Dua orang, termasuk seorang wanita yang meledakkan diri, tewas dalam serangan itu, dan tujuh lainnya ditahan.
Kepolisian Prancis memastikan kematian Diesel melalui akun Twitter.
"Diesel, seekor anjing dari unit bantuan, tewas oleh teroris dalam operasi baru-baru ini," tulis Kepolisian Prancis.
"Peran anjing penyerangan dan pendeteksi peledak sangat penting dalam operasi RAID (unit polisi khusus Prancis)."
Para saksi mata mengatakan bunyi tembakan dan granat serta suara ledakan muncul dari apartemen di daerah pinggir kota Saint Dennis selama operasi yang berlangsung tujuh jam.
Serangan Paris menyebabkan 129 orang meninggal dan Abaaoud yang diduga dalangnya masih belum ditemukan.

'Saya tak setuju'
Segera setelah pengumuman itu, tagar #JeSuisChien (yang berarti saya adalah anjing), menjadi populer di media sosial dunia dan dipakai hampir 70.000 kali.
Di Indonesia, mungkin tagar itu bernada penghinaan, tetapi tidak di Prancis.
Sebagian besar cuitan dengan tagar #JeSuisChien justru mengungkapkan duka dan terima kasih untuk Diesel, termasuk akun @Petplan yang menulis, "Tidak semua pahlawan adalah manusia, #JeSuisChien #RIPDiesel."

Akun lain atas nama @qz menulis, "Dunia berduka atas kematian anjing polisi Prancis yang mati dalam tugas."
Namun sejumlah akun lain mempertanyakan mengapa #JeSuisChien sampai menjadi populer.
Oumi-Irma @EmaOumi menulis, "Yang benar saja...banyak orang sekarat... Saya tidak setuju dengan ini," sementara Dana Dwaik @DDwaik menyatakan "Hanya di Twitter, kehidupan seekor anjing polisi Prancis nilainya lebih dari 32 orang Nigeria."
Ia mengacu pada pemboman di pasar di Kano dan di Yola, Nigeria Rabu (18/11) dan Selasa (17/11).
Serangan di pasar di Kano dengan korban dua orang, terjadi sehari setelah lebih dari 30 orang meninggal, juga akibat bom bunuh diri di Yola, dalam serangan yang diduga dilakukan Boko Haram.









