Diprotes, McDonald buka di tempat bersejarah Cina

Sumber gambar, AFP Getty
Pembukaan restoran McDonald di rumah mantan pemimpin Taiwan, Chiang Ching-kuo, di Hangzhou, Cina memicu perdebatan.
Para ahli pelestarian mendesak agar vila tersebut dipertahankan sebagai situs warisan budaya dan dijadikan museum.
Tetapi para pejabat mengatakan keputusan untuk menyewakan kepada McDonald dilakukan karena mereka harus menutup biaya pemeliharaan.
Cucu laki-laki Chiang dan pihak-pihak lain menyatakan kekhawatiran mereka terkait usaha mengkomersialisasi tempat itu.
<link type="page"><caption> McDonald membuat McCafe dengan 100 kursi </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/08/140808_mcdonald_israel" platform="highweb"/></link>di lantai bawah vila akhir minggu lalu sedang lantai atas -yang juga disewakan para pejabat- sudah menjadi gerai Starbucks sejak sebulan lalu.
Chiang Ching-Kuo adalah putra tokoh revolusioner dan pemimpin Taiwan, Chiang Kai-shek, yang melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949 setelah Perang Saudara Cina.
Dia kemudian menjadi pemimpin di negara pulau itu pada tahun 1978.
Vila yang sekarang menjadi lokasi McDonald itu merupakan tempat tinggal Chiang Ching-Kuo dan keluarganya pada bulan Oktober sampai November 1948 dan ditetapkan sebagai warisan budaya oleh pejabat Hangzhou pada tahun 2003.









