Dunia fesyen masih 'anak-tirikan model kulit hitam'

Model berkulit hitam Leomie Anderson mengaku didiskriminasi di dunia modelling.
Dia menyebut, “perempuan yang kulitnya berwarna lebih terang, lebih banyak mendapatkan pekerjaan dari pada yang bewarna kulit gelap”.
Perempuan kelahiran Inggris ini mengakui memang telah ada perubahan, tetapi dunia fesyen tetap saja “jauh ketinggalan” jika terkait perlakuan terhadap warna kulit model.
Leomie mengungkapkan dia tidak memperoleh masalah ketika casting di New York atau London, tempat mayoritas pekerjaannya berasal.

Sumber gambar, Leomie Anderson
Namun, tidak sama halnya jika berbicara soal casting di Milan dan Paris.
“Milan jauh ‘terbelakang’ soal keberagaman model di catwalk. Bahkan, kadang mereka berkomentar seperti ini, ‘tahu nggak, kami tak menggunakan model Afrika musim ini,’ dan saya cuma bisa bilang, ‘hah? Maksudnya apa?’.”
“Tapi intinya, ini cuma karena mereka tak tahu. Mereka jauh ketinggalan. Menyedihkan memang, tapi itulah yang terjadi dan ini tak boleh dibiarkan lama-lama.”
Leomie bahkan menyebut dia pernah diberitahu bahwa dia tidak mendapat pekerjaan karena warna kulitnya.

Sumber gambar, Dante Marshall
Perempuan bertinggi 179cm itu mengaku “tidak bisa lagi menahan kemarahannya terlalu lama”.
“Tapi, saya akui, tetap ada perbaikan,” katanya. “Teman saya, Maria, yang dapat pekerjaan untuk fashion show Victoria’s Secret, dia ‘jalan’ dengan rambut aslinya yang keriting.”
“Jadi, tetap ada hal positif yang terjadi,” tutup perempuan berusia 22 tahun itu.









