Infeksi TBC sama mematikannya dengan HIV

Sumber gambar, science photo library
Tuberkulosa sekarang berada pada peringkat yang sama dengan HIV sebagai penyakit infeksi paling mematikan di dunia, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Masing-masing penyakit menyebabkan 1,1 juta dan 1,2 juta kematian pada tahun 2014.
WHO menyatakan data kematian akibat tuberkulosa tersebut 'tidak bisa diterima' karena sebenarnya merupakan penyakit yang bisa disembuhkan.
LSM kesehatan Medecins Sans Frontieres, MSF, menyatakan data ini menyedihkan dan memperingatkan bahwa dunia kalah dalam usaha mengatasi jenis TBC yang tidak bisa diobati.
Bagaimanapun terjadi penurunan kasus TBC dan HIV.
Global Tuberculosis Report WHO tahun 2015 memperlihatkan terjadi lompatan besar dalam mengatasi TBC dengan tingkat kematian menurun hampir setengahnya sejak tahun 1990.

Sumber gambar, AP
Jumlah infeksi juga menurun 1,5% sejak tahun 2000, lapor wartawan BBC James Gallagher.
Hal yang sama terjadi pada kematian karena HIV/AIDS, yang menurun drastis karena perbaikan akses terhadap obat antiretroviral.
Penurunan itu tetap menjadikan TBC dan HIV/AIDS sebagai infeksi pembunuh nomor satu, seperti dikatakan Dr Mario Raviglione, Direktur Tuberkulosa WHO, "Tuberkulosa dan HIV sekarang bersaing menjadi penyebab nomor satu kematian akibat penyakit infeksi di dunia."
Kebanyakan kasus terjadi di Cina, India, Indonesia, Nigeria atau Pakistan.
Hari Selasa (27/10) Dewan Kota London menyebutkan sebagian daerah di <link type="page"><caption> London memiliki tingkat penderita tuberkulosa, TBC, yang lebih tinggi dibandingkan Rwanda atau Irak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151027_majalah_tbc_london" platform="highweb"/></link>, dengan lebih 40 kasus per 100.000 orang.









