Pulau Buru, selfie maut, dan berita lain yang mungkin terlewat di bulan Oktober

Apakah mungkin kapitalisme sedang merayap di Korea Utara? Dan mengapa selfie lebih berbahaya dibandingkan serangan ikan hiu?

Ada banyak hal yang terjadi di bulan Oktober, dan BBC Indonesia merangkum sejumlah berita menarik yang mungkin terlewat oleh Anda.

1. Setelah G30S, bagaimana rasanya hidup di Pulau Buru?

Banyak eks tapol di Pulau Buru yang memilih untuk tidak kembali pulang. "Saya memilih di sini karena istri saya meninggal," kata salah satu di antara mereka.

Sumber gambar, Dhany Pramata

Keterangan gambar, Banyak eks tapol di Pulau Buru yang memilih untuk tidak kembali pulang. "Saya memilih di sini karena istri saya meninggal," kata salah satu di antara mereka.

Bertepatan dengan peringatan 50 tahun Gerakan 30 September 1965, BBC Indonesia membuat <link type="page"><caption> laporan khusus</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/lapsus_g30s" platform="highweb"/></link> terkait apa yang terjadi sesudahnya: pembantaian orang-orang yang dituduh sebagai anggota atau simpatisan komunis.

"Di sini, 10 orang dalam keadaan terikat, ditembak dari belakang, dan dimasukkan lubang," kesaksian Radimin, di sebuah lokasi yang diduga menjadi <link type="page"><caption> kuburan massal 'simparisan PK</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/09/150922_indonesia_lapsus_melacakkuburanmassal" platform="highweb"/></link>I', Jawa Tengah.

<link type="page"><caption> Burhan 'kampak', seorang algojo dalam peristiwa 1965</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/150922_indonesia_lapsus_penolakanmasyarakat" platform="highweb"/></link>, menceritakan ulang apa yang terjadi kala itu di Yogyakarta melalui sudut pandangnya, "pilihannya dibunuh atau membunuh... Lengah sedikit, kita mati... Kita sudah saling berhadap-hadapan..."

Dan, bagaimana <link type="page"><caption> nasib sekitar 12.000 orang yang dibuang ke Pulau Buru?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/150925_indonesia_lapsus_catatanburu" platform="highweb"/></link> Para eks tapol yang masih bertahan hidup di sana bercerita, "ketika sekolah kakak saya dikata-katai 'bapak kamu PKI," dan tidak ada yang mau menemani, dia pun akhirnya berhenti sekolah karena malu."

2. Kapitalisme di Korea Utara: mungkinkah?

Sepatu baru? Buatan mana?

Sumber gambar, Reza Mustar

Keterangan gambar, Sepatu baru? Buatan mana?

Pertengahan Oktober adalah waktu bagi Korea Utara menggelar salah satu perayaan terbesarnya: peringatan <link type="page"><caption> 70 tahun berdirinya Partai Pekerja yang berkuasa.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151010_dunia_70tahun_korut" platform="highweb"/></link>

Kehidupan di Korea Utara merupakan hal yang menarik dan membuat penasaran banyak orang. "Manis dilihat tapi mungkin pahit di rasa," kata <link type="page"><caption> WNI yang pernah tinggal di sana</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151002_gatot_korea_utara" platform="highweb"/></link> selama lebih dari 50 tahun.

Koresponden BBC, Steve Evans, melihat bagaimana negara yang tertutup itu perlahan berubah dengan <link type="page"><caption> merayapnya kapitalisme</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-34479606" platform="highweb"/></link> dalam kehidupan sehari-hari. Anda tidak percaya? Jangan menyimpulkan sebelum baca <link type="page"><caption> artikelnya.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151010_majalah_koreautara_kapitalisme" platform="highweb"/></link>

3. Selfie yang membawa maut

Kamera ponsel, atau..... senjata mematikan?

Sumber gambar, Dhany Pramata

Keterangan gambar, Kamera ponsel, atau..... senjata mematikan?

Menurut Anda, mana yang lebih mematikan: <link type="page"><caption> serangan hiu atau selfie?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151015_majalah_selfie_maut" platform="highweb"/></link> Data pada 2015, menunjukan bahwa lebih banyak orang tewas karena selfie dibandingkan serangan hiu.

Bulan lalu misalnya, seorang turis asal Jepang dilaporkan terjatuh saat mengambil selfie <link type="page"><caption> di gerbang kerajaan Taj Mahal.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150919_majalah_tajmahal" platform="highweb"/></link>

Dan, pemerintah Rusia bahkan meluncurkan kampanye untuk membuat orang-orang muda berpikir dua kali sebelum melakukan selfie dalam situasi yang berisiko, kata sejumlah laporan.

Ini bukan berarti Anda harus menghindari selfie, karena perlu diingat juga bahwa selfie yang aman adalah sebuah kesenangan. Bahkan <link type="page"><caption> Darth Vander</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/12/131204_hiburan_darth_vader_selfie" platform="highweb"/></link> dan <link type="page"><caption> gajah di Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/05/140530_majalah_lain_gajah_foto_selfie" platform="highweb"/></link> ikut-ikutan berselfie!

4. Lentera: mengapa majalah ini dilarang?

Sumber gambar, Reza Mustar

"Salatiga Kota Merah," begitu tulis sampul majalah kampus Lentera yang <link type="page"><caption> akhirnya dilarang peredarannya oleh kepolisian</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151022_indonesia_majalahlentera" platform="highweb"/></link>.

Sejumlah aktivis di media sosial mengkritik pelarangan tersebut karena dianggap menekan kebebasan berekspresi. Sebagian lain menganjurkan untuk membaca dulu isinya untuk menilai sendiri apakah majalah itu layak dilarang.

'Pengekangan' terhadap hal-hal yang berbau 1965 ternyata tak hanya berhenti di situ, karena baru-baru ini, panitia Festival Penulis dan Peminat Sastra Ubud terpaksa membatalkan sejumlah acara terkait kasus pasca 1965, setelah <link type="page"><caption> diancam tak akan diberikan izin festival.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151023_indonesia_ubud_larangan_acara65" platform="highweb"/></link>

5. Kabut asap

Komik Si Juki, yang menyindir pemerintah soal kabut asap.

Sumber gambar, KOMIK SI JUKI

Keterangan gambar, Komik Si Juki, yang menyindir pemerintah soal kabut asap.

Kabut asap 'memenuhi berita-berita utama' berbagai media selama bulan Oktober ini dan pengguna media sosial menyatakan kekesalannya terhadap pemerintah dengan berbagai ungkapan dan <link type="page"><caption> juga aksi.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/topik/trensosial" platform="highweb"/></link>

BBC Indonesia berkunjung ke Kalimantan dan melihat betapa parahnya kabut asap <link type="page"><caption> berdampak bagi anak-ana</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2015/10/151020_kabutasap_kesehatan" platform="highweb"/></link>k dan juga <link type="page"><caption> kelestarian orang utan.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2015/10/151022_orangutan_kebakaranhutan" platform="highweb"/></link> Salah satu warga yang kami wawancarai mengatakan mereka tak lagi <link type="page"><caption> menghirup udara, tapi racun.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2015/10/151022_video_warga_palangkaraya" platform="highweb"/></link>

Seberapa parah kerusakan hutan Kalimantan atas kebakaran hutan? Anda bisa menyimak video yang direkam dari udara <link type="page"><caption> berikut ini.</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/videos/vb.10150118096995434/10156185052910434/?type=2&theater" platform="highweb"/></link>