Pemburu bayar mahal untuk tembak gajah

Gajah

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Satuan Tugas Konservasi Zimbabwe menegaskan perburuan gajah legal selama mengantongi izin.

Seorang pemburu dari Jerman membayar US$40.000 atau sekitar Rp540 juta untuk menembak dan membunuh salah satu gajah paling besar di Zimbabwe.

Gajah berusia 60 tahun itu dilaporkan ditembak pada tanggal 8 Oktober di sebuah kawasan konsensi perburuan swasta. Disebutkan, pemburu yang namanya tidak disebutkan, ditemani oleh seorang pemburu profesional setempat.

Ketua Satuan Tugas Konservasi Zimbabwe, Johnny Rodrigues, mengatakan gajah itu sangat besar. Adapun gadingnya begitu besar sehingga sampai menyentuh tanah.

Kepada BBC, Rodrigues mengatakan perburuan itu memang sah tetapi tidak etis.

"Sulit untuk menerima kenyataan bahwa orang-orang menghancurkan semua binatang ikonik yang kami punyai, termasuk binatang-binatang besar di negara ini," katanya.

Cecil

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Singa Cecil ditembak oleh seorang dokter Amerika Serikat, Walter Palmer.

Ditambahkannya, gajah besar itu seharusnya dilestarikan dan dijadikan alat pemasaran untuk menarik wisatawan sebab tidak semua negara mempunyai binatang seperti itu.

Berita tentang pembunuhan gajah 60 tahun ini membangkitkan ingatan mengenai pembunuhan <link type="page"><caption> singa Cecil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150731_majalah_cecil_zimbabwe" platform="highweb"/></link> yang ditembak oleh seorang pemburu Amerika Serikat.

Pemerintah Zimbabwe sudah mengumumkan bahwa <link type="page"><caption> pemburu itu tidak akan dikenai dakwaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151012_majalah_singa_cecil" platform="highweb"/></link> karena perburuannya mengantongi izin.